Home / Warta / Mancanegara / Intelijen AS Curiga Rusia Dalangi Serangan Misterius Diplomat AS
Foto: (Sputnik.com)

Intelijen AS Curiga Rusia Dalangi Serangan Misterius Diplomat AS

WASHINGTON DC, Waspada.co.id – Badan intelijen Amerika Serikat menyelidiki serangan misterius yang menyebabkan cedera otak pada diplomat AS di Kuba dan China. Laporan dari NBC News, Selasa (11/8), tiga pejabat AS dan dua orang lainnya mengungkap penyelidikan tersebut.

Otoritas mencurigai Rusia kemungkinan berada dibalik dugaan serangan, berdasarkan bukti dari penyadapan komunikasi dan dikumpulkan selama investigasi panjang oleh FBI, CIA, dan lembaga AS lainnya.

Bukti diakui belum cukup konklusif, namun bagi AS itu bisa mengarahkan tudingan kepada Rusia atas insiden yang terjadi pada akhir 2016 dan berlanjut pada 2018. Sejak tahun lalu, militer AS melakukan rekayasa senjata yang digunakan untuk melukai para diplomat, termasuk menguji perangkat pada hewan.

Penelitian kemudian beralih ke Pangkalan AU Kirtland di New Mexico karena militer memiliki laser raksasa dan laboratorium canggih untuk menguji senjata elektromagnetik berkekuatan tinggi, termasuk gelombang mikro.

Selain itu, mereka juga mengeksplorasi kemungkinan teknologi tambahan yang mungkin digunakan bersama dengan gelombang mikro. Seperti diketahui, sebanyak 26 pekerja pemerintah AS mengalami sakit misterius di rumah dan hotel di Havana pada akhir 2016.

Serangan tersebut menyebabkan cedera otak, kehilangan pendengaran, masalah kognisi, keseimbangan, dan penglihatan. Suara-suara aneh yang didengar oleh diplomat awalnya mengarahkan kecurigaan terhadap penggunaan senjata sonik, namun FBI menyebut gelombang suara itu tidak dapat menyebabkan luka.

Tahun ini, satu pekerja AS di China didiagnosis dengan gejala yang sama setelah mendengar bunyi aneh di Guangzhou, dan lebih banyak dari China sedang diperiksa. Kendati motifnya belum jelas, namun insiden di Kuba telah memicu keretakan hubungan AS dengan negara tersebut.

Sementara itu, pemerintah Kuba berulang kali menyangkal telah mengetahui atau terlibat dalam serangan misterius. Dalam testimoni sebelum Kongres pekan lalu, para pejabat Kementerian Luar Negeri AS sepakat bahwa insiden-insiden itu harus dianggap sebagai “serangan.”

“Kementerian Luar Negeri telah sampai pada penetapan mereka diserang,” kata Duta Besar Peter Boode, yang memimpin gugus tugas menanggapi insiden tersebut.

Terkait korban, pejabat AS secara anonim mengatakan kepada NBC News bahwa korban termasuk beberapa petugas CIA, seorang anggota militer AS, dan perwakilan lembaga lainnya. (kcm/data2)

Check Also

Indonesia Dianggap Bukan Prioritas Politik Luar Negeri Trump

Waspada.co.id – Negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia secara khusus, dianggap tidak begitu menjadi prioritas kebijakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: