_
Home / Warta / Mancanegara / Ini Rangkaian Panjang Penyerahan Takhta Kekaisaran Jepang
foto: Bangsawan kekaisaran akan membawa tanda kenegaraan bersama dengan tiga simbol kekaisaran yang disebut Three Sacred Treasures yakni pedang, permata, dan cermin. (dok. AFP)

Ini Rangkaian Panjang Penyerahan Takhta Kekaisaran Jepang

TOKYO,Waspada.co.id – Upacara pengunduran diri Kaisar Akihito yang berlangsung hari ini, Selasa (30/4), menandai rangkaian panjang transisi Kekaisaran Jepang kepada sang anak, Putra Mahkota Naruhito.

Prosesi turun takhta Akihito mungkin akan berlangsung singkat hari ini. Namun, puncak proses penobatan resmi Naruhito baru akan berlangsung pada Oktober mendatang, di mana pelantikan akan dihadiri oleh sejumlah pejabat negara asing.

Rangkaian panjang itu dimulai pada hari ini, yaitu dengan upacara turun takhta yang akan digelar di Aula Pinus alias Matsu no Mata.

Sekitar 300 orang akan menghadiri upacara yang berlangsung pada pukul 17.00-17.10 waktu lokal dan disiarkan langsung secara nasional itu.

Bangsawan kekaisaran akan membawa tanda kenegaraan bersama dengan tiga simbol kekaisaran yang disebut Three Sacred Treasures yakni pedang, permata, dan cermin.

Perdana Menteri Shinzo Abe akan mengumumkan pengunduran diri Akihito diikuti oleh pernyataan terakhir sang kaisar sebelum resmi pensiun.

Sehari kemudian, Naruhito akan mengikuti upacara pewarisan takhta sebagai tahap pertama proses panjang menjadi kaisar.

Bangsawan kekaisaran akan menempatkan lencana kekaisaran, pedang, dan permata di depan Naruhito sebagai bukti suksesinya secara sah.

Upacara tersebut akan dihadiri sekelompok orang yang terdiri dari bangsawan pria dan perwakilan tiga cabang pemerintahan, termasuk Abe dan kabinetnya. Penobatan akan berlangsung sekitar pukul 10.30-10.40 waktu lokal.

Upacara ini tidak terbuka bagi kaum bangsawan perempuan. Namun, Satsuki Katayama, satu-satunya menteri perempuan di kabinet Abe, akan menjadi satu-satunya perempuan yang hadir dalam upacara itu dalam sejarah.

Setelah proses penobatan selesai, Naruhito akan menggelar pidato publik perdananya sebagai kaisar di Matsu no Ma pada 1 Mei.

Pernyataannya itu kemungkinan berisikan visi dan harapan selama kepemimpinannya berlangsung. Pidato kekaisaran akan berlangsung sekitar pukul 11.10-11.20 waktu lokal.

Pada 1989 lalu, pernyataan sang ayah, Akihito, sebagai kaisar berisi janjinya melindungi konstitusi Jepang dan memenuhi seluruh tugasnya.

Abe juga akan ikut berbicara dalam sesi ini sebagai wakil rakyat Jepang. Istri Naruhito, Masako, dan sejumlah anggota keluarga kerajaan lainnya juga akan hadir bersama dengan perwakilan pemerintah lainnya.

Penampilan di hadapan publik
Dikutip Reuters, Naruhito dan Masako akan melakukan debut penampilan perdana di depan publik di Matsu no Ma pada 4 Mei. Keduanya akan muncul enam kali pada siang hari mulai pukul 10.00 pagi dan menyambut para warga dan simpatisan yang berkumpul di istana.

Lebih dari 10 ribu orang hadir di istana untuk melihat Akihito dan Michiko dalam penampilan publik perdana mereka pada 1990 lalu.

Pada 22 Oktober, Naruhito akan menyatakan penobatannya dalam acara ini yang dihadiri sedikitnya 200 perwakilan negara asing.

Pangeran Charles dan Putri Diana hingga Wakil Presiden Amerika Serikat Dan Quayle turut hadir dalam acara penobatan Akihito pada 1990 lalu.

Seperti acara penobatan sang ayah dulu, Naruhito diperkirakan akan mengenakan jubah tradisional dan hiasan kepala khas kekaisaran.

Naruhito akan berdiri di Takamikura, sebuah paviliun setinggi 6,5 meter dengan berat 8 ton dalam sesi tersebut. Ia lalu akan duduk sebentar di kursi kekaisaran yang terbuat dari jerami tatami.

Ia kemudian akan berdiri saat tirai paviliun terbuka dan menyatakan penobatannya di depan undangan yang hadir.

Sebelum deklarasi penobatan berlangsung di Takamikura, Naruhito dan sang istri akan mengendarai sedan limusin terbuka melalui pusat Kota Tokyo dan menyapa warga Jepang di sepanjang jalan.

Pemerintah telah mengalokasikan 2,7 miliar yen atau sekitar untuk membangun sebuah aula khusus acara ini.

Naruhito akan menawarkan beras yang baru dipanen dan sake untuk nenek moyang serta dewa kekaisaran Jepang dalam prosesi ini. (cnn/data1)

Check Also

Sepekan Naik Takhta, Kaisar Jepang Berdoa kepada Dewa Matahari

TOKYO,Waspada.co.id – Kaisar Jepang, Naruhito melakukan ritual Shinto dengan berdoa kepada Dewa Matahari (Omikami Amaterasu) di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.