_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Ini Daftar 47 Kepala Daerah Diciduk KPK Sebelum Berlakunya UU Baru
Konferensi pers hasil OTT Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip di KPK (Okezone.com/Heru)

Ini Daftar 47 Kepala Daerah Diciduk KPK Sebelum Berlakunya UU Baru

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengamankan 47 kepala daerah sejak 2012 hingga hari ini. Teranyar adalah Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Edin yang diciduk, Rabu 16 Oktober 2019 atau sehari sebelum berlakunya Undang-Undang KPK yang baru.

Dzulmi Edin bersama Kepala Dinas PUPR Kota Medan, Isa Ansyari dan Kabag Protokoler Pemerintah Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar sudah ditetapkan tersangka suap dalam pengurusan jabatan dan proyek. Mereka sudah ditahan KPK.

“Dzulmi Eldin S (ditahan) di Rutan Pomdam Jaya Guntur,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Kamis (17/10/2019).

Sehari sebelumnya, KPK juga menciduk Bupati Indramayu Supendi bersama tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Cirebon dan Indramayu. Supendi bersama tiga orang lainnya juga sudah tersangka suap proyek jalan.

Pada 6 Oktober 2019, KPK juga menangkap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara yang juga sudah dijadikan tersangka penerima suap terkait proyek Dinas Perdagangan dan PUPR.

KPK masih menggunakan UU Nomor 30 Tahun 2002 dalam penangkapan 47 kepala daerah sejak 2020 yang dilakukan KPK. Namun, terhitung hari ini mulai berlaku UU KPK yang baru hasil revisi yang disahkan DPR bersama pemerintah pada 17 September 2019.

Berikut daftar 47 kepala daerah yang ditangkap KPK sejak 2012:

1. Bupati Buol, Amran Batalipu ditangkap 27 Juni 2012.

2. Bupati Mandailing Natal, Muh. Hidayat Batubara ditangkap 15 Mei 2013.

3. Bupati Gunung Mas, Kalteng, Hambit Bintih, ditangkap 3 Oktober 2013.

4. Bupati Bogor, Rachmat Yasin Limpo, ditangkap 7 Mei 2014.

5. Bupati Biak Numfor, ‎Yesaya Sombuk, ditangkap 16 Juni 2014.

6. Bupati Karawang, Ade Swara, ditangkap 7 Juli 2014.

7. Bupati Subang, Ojang Sohandi, ditang‎kap 11 April 2016.

8. Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, ditangkap 4 September 2016.

9. Wali Kota Cimahi, Atty Suharti Tochija, ditangkap 1 Desember 2016.

10. Bupati Klaten, Sri Hartini, ditangkap 30 Desember 2016.

11. Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, 20 Juni 2017.

12. Bupati Pamekasan, Achmad Syafi’i, ditangkap 2 Agustus 2017.

13. Wali Kota Tegal, Siti Mashita Soeparno‎, ditangkap 29 Agustus 2017.

适适

Check Also

KPK Cekal Akbar Himawan Buchari Terkait Kasus Dzulmi Eldin

  JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.