Home / Warta / Politik / Ini Cerita Ma’ruf Amin Hingga Menjadi Cawapres
mui.or.id

Ini Cerita Ma’ruf Amin Hingga Menjadi Cawapres

JAKARTA, Waspada.co.id – Pilihan bakal calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) jatuh kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin. Dinamika penunjukannya pun terjadi cukup dramatis, setelah nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menguat di beberapa jam sebelum deklarasi.

Ma’ruf menceritakan, dirinya tak pernah terpikirkan untuk mengisi jabatan politik. Oleh keluarganya, hanya diminta menjadi seorang kiai. Apalagi dia kaget setelah beberapa media memberitakan dirinya masuk bursa cawapres Jokowi.

“Setelah itu saya berdoa kepada Allah seperti doa biasa, kalau wapres ini baik buat saya, negara saya, bangsa saya, dekatkan saya dengan jabatan itu. Kalau ternyata jelek, mohon jauhkan saya. Karena itu saya tidak persiapkan tim, tidak ada think thank, jadi kalau ditanya siapa anunya ya enggak ada orang saya enggak siapkan tim,” kata Ma’ruf saat kunjungan di DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Saat hari deklarasi kemarin (9/8), Rais Aam PBNU itu tengah berada di kantornya mengurusi sumbangan untuk bantuan bencana gempa Lombok, NTB. Tiba-tiba, Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) menelepon dirinya.

“Terus pak Rommy telepon saya setengah 5, mulai ada berita jam 4, saya disuruh datang ke satu tempat,” kata Ma’ruf.

Saat berbincang dengan Rommy, Ma’ruf bertanya mengapa dirinya ditelepon, padahal nama Mahfud terus menguat di sejumlah media. “Enggak. Ini arah baru, muter,” kata dia menirukan ucapan Rommy.

Usai Rommy, giliran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menelepon dirinya.

“Jadi jam 5 juga bu Mega nelepon saya. Saya sudah katakan, saya enak nyaman di jalur ini (menjadi ulama). Tapi kalau negara membutuhkan saya, saya siap,” kata dia.

Jokowi sendiri tidak pernah menelepon langsung sebelum deklarasi itu. Pertemuan terakhir dengan Jokowi juga di Istana Merdeka pada sehari sebelumnya, Rabu (8/8). Dalam pertemuan itu tak ada menyinggung soal cawapres.

“Cuma nanyain MUI, nanyain ini itu. Cuma (bilang) besok saya akan ambil putusan saya akan kasih telepon pak kiai,” kata dia.

Pembicaraan soal cawapres hanya pernah dilakukan dalam perjalanan pesawat dari Cirebon ke Jakarta, 11 April 2018. Saat itu ada Rommy, Ma’ruf, dan Jokowi. Ma’ruf menyebutkan hanya memberikan saran kepada Jokowi agarIstikharah dalam memilih cawapres.

“Saya bilang, pak terima saja semua cawapres terima saja semua kriterianya nanti bapak istikharah. Nanti hasil Istikharahnya itu dikonsultasikan ke ulama, nanti diberitahu,” kata dia.

“Iya, iya,” lanjut Ma’ruf menirukan jawaban Jokowi.

Lalu, pada hari ini ketika melakukan pendaftaran, Ma’ruf bertanya kenapa Jokowi memilih dirinya. “Lah iya katanya kan disuruh pak kiai. Suruh istikharah dan istikharah saya ya pak kiai itu,” kata Jokowi, ditirukan Ma’ruf. (merdeka/ags/data1)

Check Also

Kunjungi Pasar Sangkumpal Bonang Sidimpuan, Ini Janji Sandiaga Uno

P. SIDIMPUAN, Waspada.co.id – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno, Senin (10/12), di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: