_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Inflasi Tahunan Bagus, Kinerja TPID Mengecewakan
Istimewa

Inflasi Tahunan Bagus, Kinerja TPID Mengecewakan

MEDAN, WOL – Laju inflasi selama bulan Desember 2015 untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara yang tercatat sebesar 1,47 persen terbilang sangat besar sekali. Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, angka tersebut jauh dari ekspektasi sebelumnya yang diperkirakan sebesar 0,6 persen untuk bulan Desember kemarin.

“Padahal menurut hemat saya laju tekanan inflasi bisa dikendalikan lebih rendah mengingat semua indikator menunjukan adanya potensi penurunan pada sejumlah harga kebutuhan masyarakat,” kata Gunawan, Rabu (6/1).

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, inflasi bulan Desember yang tercatat paling rendah di tahun 2013, dimana saat itu terjadi deflasi sebesar 0,07 persen. Akan tetapi untuk bulan Desember 2015 kemarin, seharusnya inflasi bisa ditekan di bawah 0,6 persen. Karena saat ini terjadi penurunan harga minyak mentah dunia yang menggiring penurunan pada harga komoditas yang bermuara pada penurunan sejumlah harga kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut Gunawan menerangkan, setidaknya ada dua indikator yang menyebabkan inflasi bulan Desember harus bisa lebih kecil dari realisasi saat ini yakni tren penurunan harga komoditas dan menurunnya daya beli masyarakat. Meski demikian, Rupiah pun masih dalam  kondisi yang cukup aman (kuat). Sehingga bulan Desember kemarin seharusnya mampu merealisasikan kinerja inflasi yang tidak lebih dari 0,6 persen.

“Memang kita akui, bahwa realisasi laju tekanan inflasi di Sumut sangat kecil sekali. Khususnya jika dihitung selama tahun berjalan. Realisasi inflasi selama tahun berjalan hanya sebesar 3,24 persen. Lebih kecil dari target pemerintah yang sebesar 4,5-1 persen. Artinya, memang inflasi sangat terkendali. Dan walaupun laju inflasi yang rendah ini dipengaruhi oleh banyak faktor, namun kita tidak bisa menafikan bahwa ini adalah keberhasilan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) khususnya Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi,” tuturnya.

Di sisi lain, ia juga menyayangkan pemerintah yang ‘kecolongan’ dalam mengendalikan inflasi di bulan Desember. Ia menilai, realisasi pengendalian inflasi tersebut masih sangat buruk meski ada kesempatan kesempatan seperti peran Bulog dalam mengendalikan harga dan mampu mengintervensi sejumlah kebutuhan pokok.

Secara pribadi, lanjut Gunawan, ia merasa optimis bahwa inflasi Sumut di tahun 2015 bisa direalisasikan di bawah 2,5 persen. Oleh karena itu, ia mempertanyakan mengapa pemerintah bisa kecolongan dalam mengendalikan inflasi.

“Memang inflasi yang tumbuh bisa menandakan geliat aktifitas ekonomi. Namun saya lebih melihat untuk bulan desember 2015, pemerintah tidak melakukan upaya yang maksimal dalam meredam laju tekanan inflasi. Ini tidak seperti biasanya di mana pemerintah khususnya TPID Sumut begitu baik dalam mengendalikan inflasi di bulan-bulan sebelumnya,” jelasnya.(wol/eko/data1)

Editor: CAESSARIA INDRA DIPUTRI

Check Also

BI Catat Pertumbuhan Ekonomi Melambat

MEDAN, Waspada.co.id – Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara mencatat pertumbuhan Ekonomi Sumut pada triwulan II-2019 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.