Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / IHSG Kembali di Zona Merah
iIustrasi

IHSG Kembali di Zona Merah

MEDAN, Waspada.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan hari ini berbalik ke zona merah setelah mengalami penguatan pada hari-hari sebelumnya. IHSG ditutup melemah 19 poin atau sebesar 0,31persen di level 6.069 level tertinggi IHSG berada di level 6.096 dan level terendah berada di level 6.063.

Pertumbuhan PDB riil Indonesia menurut Bank Indonesia turun tipis menjadi 5,1% pada triwulan ke-1 tahun 2018 dan sedikit lebih rendah dari 5,2% pada triwulan ke IV tahun 2017. Penurunan defisit perdagangan jasa yang menurun tajam menjadi salah satu penyebab penurunan pertumbuhan PDB riil lebih kecil dari sebelumnya.

“Tak hanya itu, peningkatan impor yang tajam tidak sebanding dengan ekspor juga menekan pertumbuhan PDB riil Indonesia pada triwulan ke 1 tahun 2018 ini,” tutur Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, di Medan kepada Waspada Online, Rabu (6/6).

Namun meskipun demikian, pertumbuhan PDB riil di Indonesia pada triwulan berikutnya dapat tumbuh lebih baik lagi dari sebelumnya.

“IHSG hari ini melemah disinyalir oleh aksi profit taking menyusul libur panjang yang tinggal 2 hari lagi. Pergerakan indeks saham hari ini juga masih terjaga diatas level 6000,” ungkapnya.

Sebaliknya mayoritas bursa saham global hari ini tampak menguat dimana investor menyambut baik pertemuan Trump dengan Kim Jong Un di Singapura. Indeks hangseng menguat 0,533%, indeks Nasdaq menguat 0,41%, Shanghai menguat 0,031%.

“Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini semakin menguat. Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.830. Penguatan rupiah beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebanyak dua kali pada periode yang berdekatan,” jelas Gunawan.

Ia menambahkan kenaikan acuan ini menjadi daya tarik investor asing untuk menanamkan modalnya kembali di Indonesia. Serta rilis data inflasi ekonomi Indonesia menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Capital inflow kembali masuk ke pasar uang maupun ke pasar Modal Indonesia. Hal ini mendorong banyaknya permintaan rupiah terhadap dolar AS. Hal ini mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS yang juga tampak melemah terhadap mayoritas mata uang lainnya. Setelah masing-masing negara melakukan penyelamatan nilai tukar mata uang,” pungkasnya.(wol/eko/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Akhir Tahun 2018, PGN Tambah Enam Pelanggan Baru

MEDAN, Waspada.co.id – Terus berkomitmen menyediakan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan domestik. Akhir tahun ini, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: