Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / IHSG Ditutup Menguat Pada Level 5.893
Ilustrasi

IHSG Ditutup Menguat Pada Level 5.893

MEDAN, Waspada.co.id – Perdagangan Bursa Saham Asia hari ini bergerak melemah setelah pada perdagangan sebelumnya pasar mengabaikan isu perang dagang AS dan China.

Sentimen dari dalam negeri pada perdagangan hari ini mencoba menguat dari terpaan isu perang dagang yang kembali mencuat.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan pergerakan IHSG berada di dua arah, IHSG perdagangan hari ini ditutup menguat di level 5.893.

“Sebesar 11 poin atau naik 0,19%. Perdagangan hari ini berjalan normal dimana frekuensi saham sebanyak 374.878. Kali transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp7,29 triliun,” tuturnya, Rabu (11/7).

Bursa Saham Asia hari ini melemah cukup dalam setelah beberapa produk China kembali dikenakan kenaikan tarif hingga 10% dari AS.

“Kenaikan tarif impor China ke AS ini tentunya menyulitkan perusahaan-perusahaan China dalam hal pemasaran produknya. Setelah kebiajakn kenaikan tarif impor AS kepada China ini dikeluarkan, pasar kembali merespon negatif kebijakan ini. Hal ini membuat bursa China terdampar di zona merah. Indeks Shanghai melemah 1,76%, Shenzhen melemah 1,96% dan Nikkei melemah 1,2%,” jelasnya.

Saat ini, ekonomi AS sedang menjalani masa pemulihan dan perbaikan di berbagai sektor. AS di bawah kepemimpinan Trump melakukan berbagai perbaikan dan perubahan yang tampaknya mengejutkan negara-negara lainnya. Perubahan yang dilakukan Trump ini berefek pada pertumbuhan ekonomi global karena AS merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam pertumbuhan global.

“Aksi bersih-bersih tarif impor AS memberikan respon yang sensitive bagi perekonomian negara di Asia, terutama China yang menjadi sasaran utama dalam aksi bersih-bersih tarif impor ini. Hal ini memberikan respon negatif dan mengakibatkan adanya serangan balas-balasan tarif impor antara China dengan AS,” terangnya.

Pemulihan ekonomi AS di satu sisi akan memberikan dorongan penguatan pada kinerja indeks saham. Walau demikian, di sisi lainnya ada kekwatiran dimana akan terjadi pelemahan mata uang rupiah. Hal inilah yang saya pikir akan memberikan tekanan di pasar keuangan kita, meskipun indeks saham diperkirakan akan mulai membaik dalam tren positif.

“Di sisi lainnya, meskipun kekhawatiran tetap ada namun dengan adanya kebijakan makro dari dalam negeri dapat memicu naiknya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Sejalan dengan itu, upaya Bank Indonesia tetap akan selalu ada untuk mensiasati pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS. Rupiah hari ini diperdagangkan di kisaran 14.390/Dollar AS,” pungkasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

BPS Catat Juli 2018, Medan Alami Inflasi 0,01 Persen

MEDAN, Waspada.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Wilayah Sumatera Utara mencatat Kota Medan pada bulan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: