Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / IHSG Ditutup Menguat Pada Level 5.881
WOL Ilustrasi

IHSG Ditutup Menguat Pada Level 5.881

MEDAN, Waspada.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan hari ini kembali mempertahankan posisinya di teritori positif.

IHSG ditutup menguat di level 5.881 yakni naik 74 poin atau sebesar 1,28%. Transaksi hari ini berjalan normal dimana frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 403.527 kali transaksi dengan nilai transaksi sebesar 7,53 triliun.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, memandang IHSG pada perdaganan hari ini sejalan dengan kenaikan saham di bursa Asia maupun wall street. Dimana Dow Jones menguat 1,3%, Nasdaq naik 0,8%, S&P 500 naik 0,8% dan NYSE juga naik 0,8%. Kenaikan saham-saham di bursa global saat ini ditopang oleh laporan keuangan perusahaan-perusahan yang tergabung di bursa saham.

“Penguatan IHSG hari ini ditopang oleh laporan hasil Survei BI mengenai laporan keyakinan konsumen yang menguat. Penguatan laporan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2018 naik menjadi 125,1 poin,” tuturnya, Selasa (10/7).

Hal ini memberikan sinyal baik bagi pertumbuhan emiten kedepannya, tak hanya itu, indeks pembelian barang tahan lama dan indeks Ketersediaan Lapangan Kerja pada Juni 2018 juga membaik dan mengalami kenaikan.

“Di sisi lain, nilai tukar Rupiah stabil terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Rupiah saat ini berada di kisaran 13.330. penguatan mata uang dolar AS saat ini membuat mata uang utama lainnya mengalami pelemahan,” terangnya.

Meskipun pemerintah hari ini melakukan lelang SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), Namun ekspektasi permintaan SBSN hari ini tidak berjalan sesuai target yang diharapkan pemerintah. Sehingga lelang SBSN hari ini tidak cukup mampu mendorong penguatan rupiah pada hari ini.

“Pemerintah mengeluarkan SBSN dengan yield yang tinggi hal ini tidak serta merta menaikkan permintaan lelang SBSN dikarenakan masih lebih tingginya yield yang di berikan oleh negara lain dan investor asing masih melihat adanya potensi pelemahan rupiah yang mungkin akan terjadi. Meskipun demikian, adanya penguatan ekspor di beberapa sektor akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat dan diharapkan mampu menopang kestabilan mata uang rupiah,” pungkasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pelemahan Rupiah Diperkirakan Berlanjut

Waspada.co.id – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.710 per dolar Amerika Serikat (AS) pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: