_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / IHSG Bergerak di Zona Merah, Ini Penyebabnya
Ilustrasi

IHSG Bergerak di Zona Merah, Ini Penyebabnya

MEDAN, Waspada.co.id – IHSG pada perdagangan hari ini ditutup turun 7 poin atau 0,117 persen di level 6.005. IHSG bergerak di zona merah dengan pelemahan terdalam di level 5.974 dan berada di level tertinggi yakni di posisi 6.036. penurunan IHSG hari ini disinyalir oleh aksi profit taking di mana pada pekan sebelumnya IHSG menguat cukup tajam hingga menembus level 6058.

Pelemahan IHSG ditekan oleh penurunan 7 sektor saham dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor infrakstruktur dengan pelemahan 1,42 persen disusul pelemahan sektor consumer 0,39 persen dan sektor manufaktur 0,34 persen hanya sektor saham property keuangan yang naik sebesar 0,79 persen dan 0,7 persen. Minimnya sentimen positif dari dalam negeri juga menjadi pemicu pelemahan IHSG hari ini.

“Di bursa Wallstreet indeks saham bergerak campuran. Dow Jones menguat 0,49 persen, nasdaq turun 0,15 persen, NYSE naik 0,31 persen dan S&P 500 naik 0,22 persen. Di bursa saham Asia indeks saham juga bergerak campuran namun cenderung menguat dimana pasar saham Asia optimis AS dan China akan mengakhiri perang dagangnya. Indeks Shanghai naik 0,91%, Shenzhen naik 0,51 persen, Hangseng naik 0,72 persen dan kospi naik 0,35 persen,” tutur Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (20/11).

Saat ini pemerintah masih terus mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 ini. Pada kuartal III-2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17 persen. pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan lebih rendah dari target awal. Namun demikian, pemerintah dalam hal ini masih optimis dan memiliki waktu dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen.

“Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah ialah upaya menggenjot infrastruktur, memaksimalkan pajak dan pengendalian impor. Yang menjadi tugas besar pemerintah ialah bagaimana menjaga defisit neraca transaksi berjalan agar tidak melebar bahkan surplus,” katanya.

Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai target ekonominya tahun ini. Hal ini turut memberikan kepercayaan bagi investor baru untuk berinvestasi di Indonesia yang nantinya akan mendorong penguatan Rupiah dan juga akan diikuti oleh peningkatan emiten yang sudah tercatat dibursa maupun belum tercatat di bursa.

“Saat ini pula, fundamental ekonomi Indonesia cukup baik namun ekonomi Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh dari dalam negeri namun juga dipengaruhi dari eksternal. Dari eksternal kita berharap agar makro ekonomi Global terus tumbuh dan gejolak geopolitik dan perang dagang AS dan China dapat meredah,” ucapnya.

“Di samping itu, pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS saat ini masih stabil. Pergerakan nilai tukar Rupiah berada di 2 zona. Rupiah saat ini terus mencoba bertahan dari pelemahannya terhadap dolar AS. tak hanya rupiah yang terus berpacu melawan penguatan dolar, mata uang Yen Jepang juga terpantau mencoba bertahan melawan dolar AS,” pungkasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Tutup Akhir Pekan, IHSG Menguat Tipis ke 6.538

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin menguat hingga penutupan perdagangan hari ini. IHSG ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.