Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Hidrotani Sejahtera Mulai Pelatihan Budidaya Sayur Hidroponik
Gus Irawan Pasaribu saat memberi penjelasan di green house Hidrotani Sejahtera, Sabtu (12/8) kemarin. Mereka akan menggelar pelatihan 10 angkatan untuk 300 orang yang di-support Pertamina wilayah Sumbagut. (WOL Photo/Ist)
Gus Irawan Pasaribu saat memberi penjelasan di green house Hidrotani Sejahtera, Sabtu (12/8) kemarin. Mereka akan menggelar pelatihan 10 angkatan untuk 300 orang yang di-support Pertamina wilayah Sumbagut. (WOL Photo/Ist)

Hidrotani Sejahtera Mulai Pelatihan Budidaya Sayur Hidroponik

MEDAN, WOL – Pusat pelatihan dan perkebunan hidroponik Hidrotani Sejahtera yang berlokasi di Desa Suka Maju, Sei Mencirim, mulai melakukan pelatihan budidaya sayur hidroponik kepada masyarakat, kata Gus Irawan Pasaribu.

Gus Irawan Pasaribu, Ketua Himpunan Kerukutan Tani Indonesia (HKTI) wilayah Sumut yang juga penggagas  berdirinya Hidrotani Sejahtera di atas lahan seluas dua hektar mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Medan, Minggu (13/8). Dia mengatakan pelatihan diikuti 10 angkatan dengan masing-masing angkatan terdiri dari 30 orang yang sepenuhnya mendapat dukungan dari Pertamina wilayah Sumbagut.

“Waktu saya bertemu dengan Pertamina wilayah Sumbagut saat kunjungan kerja, mereka menyatakan siap mendukung Hidrotani Sejehtara mengembangkan hidroponik. Termasuk mensupport pelatihan kepada 300 orang yang berminat,” ungkap Gus Irawan.

Dengan pelatihan yang mulai dilakukan dia mengharapkan akan muncul 300 pengelola baru kebun hidroponik terutama ibu-ibu rumah tangga. “Dari awal saya sudah katakan bahwa Hidrotani Sejahtera ini merupakan konsep hidroponik yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Jadi kita mulai dengan pelatihan, kemudian mencarikan solusi kalau masyarakat membutuhkan modal mendirikan green house (rumah media tanam hidroponik),” kata dia.

Selain itu, Minggu (13/8) juga sudah diberikan pelatihan kepada 25 pemuda, kerjasama antara KNPI Sumut dengan Hidrotani Sejahtera.

Gus yang juga Ketua Komisi VII DPR-RI ini menyatakan nanti masyarakat yang sudah ikut dalam pelatihan bisa memanfaatkan lahannya yang idle (kosong) bertanam hidroponik. “Kemudian mereka menjadi bagian dari plasma Hidrotani Sejahtera. Saat mereka panen kita tampung dan menjualnya ke supermarket,” sambungnya.

Ketika meninjau Hidrotani Sejahtera kemarin terlihat area green house di padepokan Garudayaksa sudah penuh dengan berbagai jenis sayur siap panen seperti bayam, kangkung, phokcoy, kailan, selada dan berbagai jenis lainnya.

Semua sayur nantinya akan dipasarkan ke berbagai supermarket di Medan. “Di tahap awal pelatihan kita ingin memfokuskan dulu kepada ibu-ibu rumah tangga sebagai upaya menambah income mereka. Terutama yang pra sejahtera,” tuturnya.

Gus dan tim Hidrotani Sejahtera sudah menjajaki pasar penampung sayur di Medan. “Kita optimis. Apalagi baru saja dapat kabar dari Brastagi Supermarket yang bakal buka di Manhattan Mal (simpang Jl. Asrama, Jl. Gatot Subroto) membutuhkan pasokan sayur hidroponik. Ini peluang buat kita semua,” ujarnya.

Dia mengatakan sejak menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, Hidrotani Sejahtera sedikit kewalahan menyuplai ke supermarket. “Sebab permintaannya tinggi. Itu sebabnya dengan plasma yang dikelola masyarakat khususnya ibu rumah tangga akan membantu,” sambungnya.

Kemarin, Gus juga menunjukkan beberapa media tanam (green house) yang disiapkan untuk masyarakat dengan dana minimum. “Ini kan pemberdayaan masyarakat. Jadi media tanam (green house) yang kita siapkan pun low cost. Jika masyarakat nanti terkendala dana untuk menyiapkan green house kita sudah siap membantu.”

Dia mengatakan untuk mengakomodasi kesulitan pendanaan tahap awal, pihaknya sudah menyediakan skema pembiayaan ringan melalui koperasi yang didirikannya 2013 dengan nama Gerakan Usaha Mandiri Simpan Pinjam (Gusman SP).

Dulu, kata dia, kantor koperasi ini di Sukaramai. “Namun untuk memudahkan masyarakat sekitar mengakses permodalan sudah dipindahkan ke Sei mencirim. Itu sebabnya kami menyebut Hidrotani Sejahtera merupakan konsep pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi.”

“Kita lakukan pelatihan ke masyarakat, kita carikan solusi permodalan awal. Kemudian hasil panen mereka kita tampung untuk diteruskan ke supermarket,” jelasnya. Dia berharap dengan pemberdayaan ini akan banyak ibu rumah tangga baik individu apalagi berkelompok yang memanfaatkannya.

“Target akhirnya adalah menjadi income generate (penambang pendapatan) bagi rumah tangga. Jika selama ini ibu-ibu belum berpenghasilan, dengan meluangkan sedikit waktu dan serius bertanam hidroponik secara perlahan mengangkat taraf hidup mereka,” tuturnya. (wol/ags/min)

Editor: Agus Utama

Check Also

istimewa

Komisi VII DPR Minta Menteri ESDM Evaluasi Permen Penghambat Investasi

JAKARTA, WOL – Komisi VII DPR RI meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.