Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Hardiknas 2018, Siswa Kolong Tol Minta Diikutkan Ujian Nasional Walau Tidak Punya Akta Lahir dan KK
(Foto: Sekolah Darurat Kartini)

Hardiknas 2018, Siswa Kolong Tol Minta Diikutkan Ujian Nasional Walau Tidak Punya Akta Lahir dan KK

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Ada yang berbeda rabu pagi di halaman Museum Seni Rupa dan Keramik, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Ratusan Siswa dan Ibu-Ibu Wali Murid dengan busana kebaya berkumpul untuk mengikuti acara Hari Pendidikan Nasional.

Selain upacara bendera, ragam kegiatan juga digelar diantaranya pentas tarian nusantara yang dibawakan anak-anak PAUD dan TK, membuat keramik bersama dan jelajah Museum.

Peringatan Hardiknas di halaman museum memberikan suasana yang berbeda, anak-anak pun nampak antusias. Ibu Guru Kembar yang menginisiasi kegiatan ini mengatakan, kegiatan seperti ini rutin digelar sebagai bentuk penghargaan bagi para Pahlawan, dan menanamkan kecintaan generasi pada bangsa.

Di tengah kemeriahan acara, pada Hari Pendidikan Nasional ini Pendiri Sekolah Darurat Kartini menyampaikan berharapnya, agar Pemerintah lebih memperhatikan nasib anak-anak marjinal dalam mendapatkan layanan pendidikan.

“Mohon Pemerintah dapat mengijinkan anak-anak marjinal yang tidak memiliki kartu keluarga dan akta kelahiran, dapat ikut ujian nasional, karena sekarang mereka disyaratkan punya KK dan Akta Kelahiran untuk bisa ikut UN,” kata dia di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Kegelisahan itu disampaikan mengingat banyak anak-anak miskin yang menjadi muridnya tidak punya KK dan Akta Kelahiran. “Kasihan mereka, mau kapan terentaskan kalau syarat ujian nasional menyulitkan, Mereka itu sama dengan kita, Warga Negara Indonesia,” ujarnya.

Salah satu siswa bahkan menulis surat untuk Presiden Jokowi, meminta agar dia dan teman-temannya bisa ikut UN tanpa Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran. Isi surat yang dibacakan saat acara hardinkas berlangsung itu diharapkan bisa didengar dan dikabulkan.

Pemerintah seperti harus memberikan perhatian khusus untuk anak-anak warga marjinal, Adjat Wiratma, Direktur Akademi Indonesia SDK mengatakan dinas pendidikan, bahkan kementerian pendidikan harus melihat kondisi dilapangan. Ditengah sudah adanya bantuan pendidikan yang dikucurkan pemerintah, namun masih banyak yang belum tersentuh, masalah administrasi yang mendera orang tua mereka menjadi salah satu penyebabnya.

“Jangan persulit warga miskin, mereka bisa bersekolah di SDK tanpa syarat, pemerintah juga tidak membantu mereka, sekarang mau ujian dipersulit dengan syarat-syarat yang sulit mereka penuhi, mohon lebih bijaksana”, ujarnya.

Sekolah Darurat Kartini adalah sekolah gratis bagi warga kurang mampu, yang berlokasi di Sekitar Kolong Tol Lodan Ancol, Jakarta Utara. Sekolah ini didirikan Ibu Guru Kembar sejak 1990. Anak-anak usia PAUD hingga SMA yang bersekolah adalah warga miskin yang tinggal di rumah semi permanen di kolong tol, pinggir kali dan rel kereta api. Mereka banyak yang tidak memiliki Kartu Keluargadan tidak punya Akta Kelahiran.

Check Also

UNBK di SMKN I Percut Seituan Sukses dan Lancar

PERCUT SEITUAN, WOL – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) selama empat hari di Sekolah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: