Home / Warta / Politik / Gus Irawan Sebut Indonesia Kini Anut Demokrasi Kapitalis
Istimewa

Gus Irawan Sebut Indonesia Kini Anut Demokrasi Kapitalis

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu menilai saat ini konsep demokrasi yang dijalankan di Indonesia sudah masuk pada tatanan demokrasi kapitalis. “Siapa pemilik dana dia yang akan berkuasa,” katanya.

Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan hal itu saat diminta pendapatnya terkait berbagai isu money politics jelang pileg dan pilpres, baru-baru ini.

“Awal demokrasi liberal ini sudah dimulai ketika ada perpindahan caleg yang tidak realistis. Misalnya caleg partai A dibajak oleh partai B. Lalu membiayai seluruh biaya kampanye dan menanggung kompensasi dalam jumlah besar,” jelasnya.

“Itu sudah terjadi saat penyusunan caleg, “ kata dia. Soal perpindahan caleg yang terjadi, menurut dia, pada prinsipnya sah-sah saja. Walaupun di Gerindra yang pindah ke partai lain sebenarnya sedikit.

“Yang banyak itu dari partai lain pindah ke gerindra. Tapi harus saya nyatakan tidak ada orang yang pindah dan masuk ke partai Gerindra lalu kita bayar. Tidak ada itu,” jelasnya. Bahkan dipengaruhi pun tidak, jelas Gus Irawan.

“Jika kemudian ada orang yang masuk Gerindra karena visi dan misinya sama ya itu kita terima. Tapi kalau mempengaruhi atau membeli, kita tidak mau,” katanya. “Demokrasi kita ini memang sangat kapitalis. Ini kekuatan kapital yang dimainkan. Sehingga tidak sehat bagi rakyat,” jelasnya.

Dia mengatakan demokrasi kapitalis itu tidak cocok dengan karakter bangsa Indonesia. “Kalau seorang pindah partai karena tertarik akibat iming-iming dan dibayar itu tidak sehat. Kami di Gerindra menolak itu karena menanamkan ideology partai. Orang tergoda untuk pindah partai lain akrena tidak memahami ideology partainya,” kata dia.

Hal itu pula nanti yang terjadi saat pemilihan caleg dan pilpres. Menurutnya masyarakat sekarang sudah lebih faham berdemokrasi. “Tidak selamanya yang dibayar itu mau memilih yang membayarnya. Bisa saja mereka terima uangnya tapi tidak mencoblos yang dibayar,” jelasnya.

Kesadaran terhadap demokrasi kapitalis itu pada prinsipnya, kata dia akan tersadarkan oleh masyarakat itu sendiri. “Pemahaman politik bagi masyarakat menjadi kekuatan tersendiri untuk mengalang demokrasi kapitalis.”

“Ketika masyarakat sudah punya prinsip dan pandangan terhadap demokrasi saat itu jugalah semua yang berhubungan dengan uang akan hilang,” tuturnya. (wol/min/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Untuk Pertama Kali, Jokowi Kampanye Akbar di Dumai

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo bakal melakukan kampanye akbar di lapangan Bukit Gilanggang, Kota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: