Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan: Pertamina Jual Aset, Memalukan!
Foto Gus Irawan Pasaribu

Gus Irawan: Pertamina Jual Aset, Memalukan!

MEDAN,  waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI yang membidangi energi dan lingkungan hidup Gus Irawan Pasaribu mengatakan rencana Pertamina menjual aset sangat memalukan. Karena konteks yang dijanjikan oleh pemerintah adalah membawa Pertamina setara dengan perusahaan migas asing, kata dia.

Gus Irawan mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Medan, Senin (6/8) kemarin, menyikapi rencana perseroan. Dia mengatakan setelah pengambilalihan Freeport oleh pemerintah Indonesia disepakati lewat Head of Agreement (HoA), tiba-tiba menyeruak pula tentang rencana Pertamina yang akan menjual asetnya.

“Tak ada asap kalau tak ada api. Informasi tersebut berkembang sangat kencang menyusul tersebarnya surat dari Kementerian BUMN yang ditandatangani Meneg BUMN Rini M Soemarno yang menyetujui keinginan Pertamina melakukan aksi korporasi untuk menyehatkan keuangan termasuk dengan menjual asset,” kata dia.

Sebenarnya, kata Gus Irawan yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini, jika ditelusuri, awal kekisruhan penjualan aset dimulai dari surat Pertamina ke Kementerian BUMN yang ingin melepas asetnya.

“Pertamina berencana melakukan share down aset-aset hulu selektif (termasuk namun tidak terbatas pada participating interest, saham kepemilikan, dan bentuk lain) dengan tetap menjaga pengendalian Pertamina untuk aset-aset strategis dan mencari mitra kredibel dan diupayakan memperoleh nilai strategis lain, seperti akses ke aset hulu di negara lain.”

“Kedua, melakukan spin off bisnis RU IV Cilacap dan Unit Bisnis RU V Balikpapan ke anak perusahaan dan potensi farm in mitra di anak perusahaan tersebut yang sejalan dengan rencana Refinery Development Master Plan (RDMP),” jelasnya.

Karena surat itu datang dari Pertamina, katanya, kemudian Kementerian BUMN membalasnya dengan surat persetujuan pelepasan aset.

“Jadi ribut kan. Dan serikat pekerja melakukan aksi penolakan. Isi surat persetujuan itu kemudian disosialisasikan Kemeneg BUMN bukan sebagai perintah penjualan tapi surat yang mengharuskan Pertamina untuk tetap melakukan koordinasi ke Kementerian BUMN kalaupun ingin melepas aset.”

“Jika surat itu tidak menyebar kemana-mana saya yakin pelepasan aset akan dilakukan Pertamina. Lalu ada yang bertanya bagaimana respon saya. Bagi saya, pelepasan aset Pertamina itu memalukan. Bukankah dulu pemerintah sudah berjanji paling tidak akan menjadikan Pertamina minimal sekelas Petronas. Lalu lihat apa yang terjadi sekarang dengan Pertamina. Itu saja ukurannya,” tuturnya.

Menurut dia, kalaupun nanti Pertamina jadi melepas aset bisa saja ada istilah lain yang digunakan seolah-olah bukan menjual. “Mereka bilang kan rencana penjualan aset juga bagian dari participating interest. Seolah-olah hanya sharing kepemilikan. Tapi nanti akan kita lihat ke belakang hasilnya bagaimana.”

Gus Irawan Pasaribu secara prinsip menyatakan tidak setuju jika Pertamina menjual aset. “Apalagi direstui pula oleh Kementerian BUMN,” tuturnya. (wol/ags/min/eli)

Editor: Agus Utama

Check Also

Komisi VII: EBT Sudah Masuk Prolegnas 2019

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, mengungkapkan hasil pertemuan internal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: