Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan: Perang Dagang AS-Tiongkok Bisa Jatuhkan Ekspor RI
WOL Photo

Gus Irawan: Perang Dagang AS-Tiongkok Bisa Jatuhkan Ekspor RI

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menilai perang dagang AS dan Tiongkok (China) yang terjadi saat ini bisa menjatuhkan ekspor RI jika terjadi perluasan.

Dia mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Medan, Sabtu (14/7) kemarin. “Apa yang terjadi saat ini dengan ekonomi AS-Tiongkok? Seperti kita ketahui awal perang dagang AS dan Tiongkok ini dimulai dari saling gertak. Presiden AS Donald Trump beberapa kali mengancam untuk memberi sanksi kepada Tiongkok atas berbagai produknya ke negara itu.”

“Nilainya sekira 500 miliar dolar AS dengan 818 jenis barang. Terutama besi dan alumunium. Tarif produk baja dan alumunium itu kalau mau masuk AS harus bayar 25 persen. Tiongkok pun tak mau diam. Mereka kemudian menyatakan akan melakukan langkah serupa,” kata dia.

Hanya saja, menurut Gus Irawan, barang yang mereka tekan dari AS adalah hasil pertanian dan kebun buah. “Ini Amerika, dengan kekuasaannya memang ingin menunjukkan identitas sebaga negara adidaya. Tapi mereka lupa, Tiongkok sekarang bukan Tiongkok zaman dulu yang bisa mereka gertak begitu saja.”

“Tiongkok merespon cepat dengan mengumumkan rencana kebijakan pengenaan tarif dan bea cukai sebesar 25 persen untuk produk-produk AS. Ini bakal berlaku 6 Juli untuk produk pertanian, mobil, dan produk akuatik dari AS, senilai 34 miliar dolar AS atau setara Rp476 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS).”

“Polemik ini saya proyeksi akan berkepanjangan. Karena beberapa kali utusan Presiden AS dan Tiongkok bertemu dalam konferensi tingkat tinggi tidak ada penyelesaian. Tentu saja, apa yang dilakukan AS akan mengimbas negara-negara yang dekat dengan Amerika sendiri,” ujar Gus lagi.

Kata Gus Irawan, lihat misalnya Taiwan, Korea Selatan atau juga Jepang, pasti akan terimbas. Karena perusahaan negara-negara itu juga beroperasi di Tiongkok. Denga demikian produksi perusahaan asal negara-negara yang menjadi sahabat AS akan terpengaruh. Bahkan di dalam negaranya sendiri kebijakan Trump itu juga ditentang.

Dan ternyata AS memperluas perang dagang ini dengan membuka front beberapa negara. Teramsuk produk dari Indonesia. AS mengancam mengenakan tarif bea masuk 124 produk asal Indonesia. Padahal Indonesia merupakan salah satu negara Generalized Sisytem of Preference (GPS) dari pemerintah AS, yaitu negara yang mendapat fasilitas keringanan bea masuk dari negara maju untuk produk-produk ekspor negara berkembang dan miskin.

Kementerian Perdagangan mengungkap ancaman AS itu karena ada defisit dalam hubungan perdagangan AS-Indonesia dan ada kesalahan penghitungan dari pihak Amerika Serikat. “Lantas bagaimana dampak riil ke negara kita. Saya melihat Indonesia harus memacu ekspor dan mengurangi impor secara maksimal.”

“Ini yang menurut saya bisa bahaya. Gajah sama gajah bertarung, pelanduk mati di tengah-tengah. Tiongkok dan AS yang perang dagang, ekonomi kita pun ikut-ikutan sulit. Lihat misalnya fakta bahwa sejauh ini nilai tukar terus melemah. Dan tentu AS akan terus menunjukkan kuasanya kalau mereka memang ingin menjadi pemilik ekonomi dunia ini,” tutur Gus Irawan. (wol/ags/min/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Komisi VII: 7 Proyek Migas Akan Naikkan Lifting

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu menyatakan, Direktorat Jenderal Minyak dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: