Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan: Penggunaan TKA Sektor Migas Bisa Membahayakan
foto: Istimewa

Gus Irawan: Penggunaan TKA Sektor Migas Bisa Membahayakan

MEDAN, WOL – Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, menyatakan sikap pemerintah membebaskan atau mempermudah masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia membahayakan. Terutama untuk sektor energi, minyak dan gas.

Ketua Komisi VII yang membidangi energi dan lingkungan hidup, mengungkapkan hal itu melalui sambungan telepon kepada wartawan di Medan, Rabu (14/3). “Saya ini sudah paham betul rencana pemerintah membebaskan masuknya tenaga kerja asing (TKA). Intinya kan setiap tenaga kerja asing tidak usah lagi mendapatkan rekomendasi dari kementerian-kementerian terkait kalau mau bekerja,” jelasnya.

Alasan pemerintah tentu untuk lebih responsif terhadap dunia usaha. Namun kalau dibiarkan bisa jadi mempengaruhi penggunaan tenaga kerja dalam negeri. Kalau di sektor energi dan migas, penggunaan tenaga kerja asing sudah cukup banyak,” ungkapnya.

Bahkan kalau sekarang dicek di Pangkalan Brandan saja lokasi pembangunan mesin pembangkit listrik tenaga air banyak sekali tenaga kerja dari China. “Begitu juga untuk investasi lain yang ada di Medan. Misal pembangunan kawasan hunian di Medan yang izinnya bermasalah ternyata menggunakan tenaga kerja dari China,” jelasnya.

“Terus kemana tenaga kerja dalam negeri mencari pekerjaan,” jelasnya. Gus Irawan mengatakan harusnya tenaga kerja dalam negeri tetap prioritas. “Jangan sampai pembebasan TKA malah menghambat angkatan kerja mendapatkan lapangan kerja,” jelasnya.

Dia mengatakan sebenarnya penggunaan TKA ini harus tetap memiliki batasan. “Misalnya kita menggunakan TKA yang hanya untuk kemampuan teknis tertentu. Jangan untuk jadi buruh pun kita pakai tenaga kerja asing,” tuturnya. Gus Irawan mengatakan serbuan pekerja asing sebenarnya sudah dimulai sejak pemerintahan yang berlangsung saat ini.

“Jangan heran kalau beberapa waktu lalu ada informasi Indonesia kebanjiran TKA dari China. Saya fikir itu fakta. Dan kebijakan pemerintah mempermudah masuknya TKA hanya proses untuk melegalkan saja. Saya menduga sebenarnya memang negara ini sudah dimasuki oleh TKA di berbagai sektor. Dan energi serta migas merupakan sektor strategis. Lho ini kalau TKA membanjiri Indonesia siapa yang salah,” tuturnya. (wol/ags/min/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Gus Irawan: Harga Minyak Dunia Tahun Depan Tinggi

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, menyatakan asumsi harga minyak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: