Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan: Pemerintah Prioritaskan Konversi BBM Nelayan
Gus Irawan Pasaribu, Ketua Komisi VII DPR-RI, saat menyerahkan satu unit konverter kit kepada nelayan di Labuhan Batu, akhir pekan lalu. Pemerintah saat ini fokus mengalihkan penggunaan bahan bakar nelayan dari minyak ke gas.
Gus Irawan Pasaribu, Ketua Komisi VII DPR-RI, saat menyerahkan satu unit konverter kit kepada nelayan di Labuhan Batu, akhir pekan lalu. Pemerintah saat ini fokus mengalihkan penggunaan bahan bakar nelayan dari minyak ke gas.

Gus Irawan: Pemerintah Prioritaskan Konversi BBM Nelayan

MEDAN, WOL – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu saat melakukan reses di daerah asal pemilihannya melakukan berbagai kegiatan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Dia mengatakan sebagai komisi yang membidangi energi dan lingkungan hidup, pemerintah masih meneruskan program konversi energi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

“Kini fokus pemerintah banyak ke nelayan. Dan itu menurut kami di Komisi VII tepat sasaran. Jadi kita coba mengajak nelayan mengubah pola konsumsi bahan bakar kapal penangkap ikannya,” jelas Gus Irawan Pasaribu, kepada wartawan di Medan, Sabtu (11/11) kemarin, melalui sambungan telepon.

Dulu, menurutnya, pemerintah sudah melakukan program konversi energi di rumah tangga dengan mengalihkan penggunaan minyak tanah ke gas. “Sekarang jika kita perhatikan, nelayan masih banyak yang menggunakan bahan bakar premium dan solar. Secara perlahan nanti mereka akan kita libatkan untuk beralih.”

Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), konsumsi BBM subsidi nelayan tahun lalu 1,2 juta kiloliter atau 7,4 persen dari total konsumsi BBM subsidi 2016 sebanyak 16,2 juta kl. “Nelayan itu harus nelayan kecil yang kapalnya tidak lebih dari 5 gross ton, maksimum horse power 13, punya identitas yang terdata dan terverifikasi oleh dinas kelautan dan perikanan,” ujar Gus Irawan.

Selain itu nelayan yang menerima juga yang melaut secara harian, menggunakan alat penangkapan yang ramah lingkungan, dan belum pernah menerima bantuan sejenis sebelumnya. Rata-rata penghematan yang diperoleh dengan menggunakan LPG mencapai 50 persen dibanding menggunakan BBM. Sebagai contoh, untuk satu kali melaut, biasanya diperlukan BBM sebanyak 2 liter atau sekitar Rp16 ribu.

Sedangkan apabila menggunakan LPG, per tabung LPG yang dibeli seharga Rp20 ribu yang dapat digunakan untuk 3 hari. Paket perdana konverter kit yang dibagikan ini, terdiri dari mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 2 unit beserta isinya, konverter kit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer) serta as panjang dan baling-baling.

Atas dasar itu jugalah Gus Irawan Pasaribu dalam reses ke daerah pemilihannya di Sumut menyerahkan 169 konverter kit kapal nelayan berbahan bakar gas di Labuhan Batu. “Jika sebelumnya mereka menggunakan bahan bakar minyak dengan konverter kit sekarang kapal nelayan menggunakan gas.”

“Di Labuhan Batu, pekan lalu saya menyerahkan bantuan 169 unit konverter kit. Itu merupakan bagian dari program pemerintah dalam mengurangi penggunaan bahan bakar minyak bagi nelayan,” jelasnya.

Gus Irawan Pasaribu yang merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumut 2 mengungkapkan program konversi bahan bakar minyak ke gas adalah program yang mendukung diversifikasi energi. “Terutama para nelayan.”

Dia mengatakan penyerahan bantuan konverter kit itu pada prinsipnya bukan untuk meningkatkan hasil tangkap nelayan. “Tapi menjadi salah satu solusi mengurangi ketergantungan nelayan terhadap bahan bakar minyal. Dengan penyediaan energi gas yang ramah lingkungan setidaknya nelayan pun turut berperan dalam menyelamatkan kerusakan alam khususnya ekosistem laut,” kata dia.

Menurutnya, konversi BBM ke BBG bagi nelayan akan sangat menguntungkan. “Terutama yang saya sebut tadi dari sisi operasional. Apalagi ketersediaan BBG sudah sampai ke pelosok desa.

Saat ini yang mendapat bantuan, menurut Gus Irawan, baru nelayan yang masih menggunakan mesin berbahan bakar premium. “Namun ke depan akan menyentuh pada kapal nelayan dengan bahan bakar solar.”

Dia menyatakan nelayan yang menerima manfaat harus menyambut peluang ini karena akan sangat menguntungkan. Sekali lagi, kata dia, program ini merupakan kebijakan energi nasional untuk mewujudkan ketahanan energi, diantaranya program konversi BBM-BBG yang mendukung diversifikasi energi untuk masyarakat.

Dia menilai, konversi ini turut menyelamatkan lingkungan dengan menekan emisi gas karbon monoksida/gas buang dan juga mengurangi kerusakan terumbu karang akibat tumpahan minyak. “Program ini merupakan upaya pemerintah dengan diversifikasi energi, yakni menyediakan alternatif energi yang dapat di gunakan,” tuturnya. (wol/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Gus Irawan Pasaribu (tengah) saat memimpin rapat Komisi VII membahas Freeport di gedung DPR RI Jakarta. (WOL Photo/Ist)

Gus Irawan: Kami Minta Penjelasan Pemerintah Soal Negosiasi Freeport

MEDAN, WOL – Pemerintah dengan PT Freeport, kata Komisi VII DPR RI, telah melakukan negosiasi ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.