Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan: Pasokan Elpiji 3 Kg Jangan Sampai Langka
WOL Photo/Ist

Gus Irawan: Pasokan Elpiji 3 Kg Jangan Sampai Langka

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengimbau pemerintah untuk memperhatikan kesediaan gas elpiji 3 kilogram (kg) menjelang lebaran agar tidak terjadi kelangkaan seperti di tahun-tahun sebelumnya.

“Ini hal krusial. Jangan terulang-ulang apalagi kebutuhan elpiji untuk rumah tangga pasti meningkat,” jelasnya.

Ketua Komisi VII yang membidangi energi dan lingkungan hidup, mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Medan, Jumat (8/6). Dia mengatakan hilangnya elpiji bersubsidi di masyarakat, kerap memicu konflik dan memunculkan kontroversi.

“Saya yang lebih khawatir pasokan elpiji 3 kg. Karena ini barangnya sering langka. Coba bandingkan dengan distribusi komoditas lain, yang lebih mudah dicrosscheck. Kalau premium langka atau solar langka, sumbernya bisa langsung kita cek ke Pertamina dan SPBU,” tambahnya.

Atau kalau pasokan listrik padam bisa langsung di cek ke PLN, karena di situ sumbernya, kata dia. “Tapi kalau elpiji 3 kg ini langka, mengecek jalur distribusinya butuh waktu. Sebab elpiji ini kan diperdagangkan sampai warung-warung dan depot kecil berbentuk pangkalan penjualan elpiji,” kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra di DPR RI ini.

Menurut Gus Irawan, di tingkat penyalur pertama yaitu Pertamina melalui stasiun pengangkutan dan pengisian bulk elpiji (SPPBE) tidak pernah kekurangan stok begitu pula di tingkat agen atau pangkalan besar yang menjual gas elpiji kepada masyarakat.

“Tapi kelangkaan kerap terjadi di tengah masyarakat baik penjual eceran atau agen kecil sampai pengguna. Gasnya kosong, tidak diperjualbelikan. Padahal penyedia utama tak pernah kekurangan,” kata dia.

“Setiap tahun di Indonesia selalu terjadi kelangkaan elpiji. Apakah barangnya tidak ada atau tidak tepat sasaran khususnya elpiji 3 kilogram yang didistribusikan ke masyarakat kurang mampu Itu sebabnya Komisi VII mendorong pemerintah agar mendekati hari raya Idul Fitri memperhatikan hal ini sebaik-baiknya agar tidak terjadi kelangkaan seperti sebelumnya,” kata Gus Irawan yang juga ketu DPD Gerindra Sumut ini.

Kenaikan konsumsi elpiji ini, kata Gus Irawan, diakui Pertamina. “Mereka memprediksi konsumsi elpiji meningkat dari rata-rata 23.124 metric ton per hari menjadi 24.113 metric ton per hari selama masa Ramadhan dan Idul Fitri nanti.”

Lalu, kata Gus Irawan, puncak permintaan elpiji akan terjadi pada sehari menjelang Idul Fitri hingga 17 persen dari rata-rata 23.124 metric ton per hari menjadi 27.000 metric ton per hari. Saat ini, secara nasional, stok elpiji mencapai 363.042 metric ton. Jumlah tersebut cukup memenuhi kebutuhan elpiji selama 17,6 hari.

Stok elpiji tersebut aman di atas standar stok nasional yang ditetapkan, yakni 11 hari. Khusus untuk distribusi elpiji, Pertamina telah menyiagakan 3.094 agen elpiji PSO dan Non-PSO, serta 31.612 pangkalan elpiji PSO di seluruh Indonesia.

“Prinsipnya elpii 3 kg itu harus ada di pasar dan harganya juga tidak naik. Jangan tiba-tiba harganya malah naik sampai Rp30.000 per tabung. Masyarakat pasti mengeluh kalau lonjakannya seperti itu,” kata Gus Irawan. (wol/ags/min/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Komisi VII Minta Kementerian ESDM Pastikan DMO Batubara ke PLN

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI menyuarakan agar pemerintah dalam hal ini Kementerian ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: