Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan: Negara Kaya, Penduduknya Miskin
Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu/foto: Ist

Gus Irawan: Negara Kaya, Penduduknya Miskin

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, menilai potensi Indonesia sebagai negara kaya karena memiliki sumber daya alam yang melimpah namun kemudian penduduknya masuk kategori miskin.

“Bahkan jika tarif listrik naik atau harga bahan bakar naik jumlah penduduk miskin kita sudah sampai 50 persen. Waktu subsidi listrik dan subsidi BBM dihilangkan sudah pasti angka kemiskinan bertambah besar,” katanya.

Dia mengungkapkan hal itu kepada wartawan melalui sambungan telepon, belum lama ini. “Cobalah kita perhatikan. Sumber energi untuk membangkitkan listrik di Indonesia ini banyak. Tapi pemadaman tetap saja ada. Pasok listrik tidak terjamin. Dan tarifnya mahal,” ungkap Gus.

Ironisnya, kata Gus Irawan, pemerintah memiliki program 35 ribu MW, tapi kenyataannya saat subsidi dicabut pasti menambah beban bagi masyarakat. Karena ada kelompok masyarakat yang begitu dicabut subsidi langsung miskin. “Penduduk miskin Indonesia hampir 50 persen. Ukuran kemiskinan menurut Bank Dunia adalah yang memiliki pendapatan sekitar 2 dolar AS per hari/jiwa. Inilah bukti paradoks indonesia, negeri yang kaya raya tapi rakyatnya miskin,” ujar Gus Irawan.

Dia mengilustrasikan harga listrik dan energi lain yang terus mengalami kenaikan yang berdampak kepada masyarakat ekonomi bawah. “Masyarakat ekonomi bawah yang paling merasakan kenaikan tarif listrik. Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) ini bukan hanya kesalahan PLN, juga pemerintah yang menarik subsidi,” tegasnya.

Kalau soal kinerja perusahaan listrik (PLN) Gus menilai secara nasional khususnya Sumut sudah bagus. Apalagi ada surplus energi. “Sumut sudah menyuplai listrik ke Aceh, dan harus ada interkoneksi atau yg disebut tol listrik untuk menghubungkan listrik dari satu daerah ke daerah lain,” jelasnya.

Untuk area PLN di Padangsidimpuan yang menjadi daerah asal pemilihan Gus Irawan, sudah 83 persen teraliri listrik. Hanya tinggal pemerintahnya saja yang harus menurunkan TDL agar beban rakyat tidak makin sulit.

Dia mengharapkan pemerintah hadir di tengah masyarakat. Termasuk misalnya menganalisa sejauh mana tingkat elektrifikasi atau jangkauan listrik ke masyarakat. “Saya beberapa waktu lalu juga hadir ke Kampung Sitabo-tabo ,Desa Parausorat, di Kecamatan Saipar Dolok Hole yang baru saja menikmati listrik. Yakni melalui program Listrik Masuk Desa (Limdes).”

Gus Irawan senantiasa mendukung program pembangunan di daerah pemihannya Dapil 2 Sumut, khususnya Tapanuli Selatan selaku kampung halamannya. “Kita pantas bersyukur. Soalnya sejak merdeka baru kali ini warga di sana menikmati listrik dari PLN,” kata Gus Irawan sekaligus mengimbau warga untuk jangan sampai membiarkan pepohonan tumbuh tinggi hingga mengganggu kabel listrik.

Dia menyatakan hal seperti itu harusnya menjadi dorongan bagi pemerintah untuk membuka akses masyarakat dari keterbelakangan. “Tujuannya untuk menurunkan jumlah penduduk miskin. Negara kaya maunya warganya juga kaya dan bahagia,” tutur Gus Irawan. (wol/min/data1)
Editor: Agus Utama

Check Also

Gus Irawan: Harga Minyak Dunia Tahun Depan Tinggi

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, menyatakan asumsi harga minyak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: