Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan Minta PLN Maksimalkan Pembangkit Pangkalan Susu dan Labuhan Angin
Istimewa
Istimewa

Gus Irawan Minta PLN Maksimalkan Pembangkit Pangkalan Susu dan Labuhan Angin

MEDAN, WOL – Ketua Komisi VII DPR RI mendesak PLN segera memaksimalkan potensi pembangkit yang ada di Labuhan Angin, Tapanuli Tengah dan Pangkalan Susu yang operasionalnya sering bermasalah.

“Saya sudah meninjau dua pembangkit tersebut. Setiap saya tinjau selalu bermasalah. Yang di Labuhan Angin terutama. Di situ ada dua mesin pembangkit berkapasitas 2×110 MW. Tapi ketika saya tinjau yang beroperasi hanya satu. Kemudian daya maksimal yang dikeluarkannya hanya antara 50 MW hingga 60 MW,” kata Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, yang membidangi energi dan lingkungan hidup, kepada wartawan melalui sambungan telefon dari Jakarta, Jumat (27/10).

Labuhan Angin itu, kata Gus Irawan, sebenarnya sudah tidak layak dijadikan sumber pasokan utama jika hanya menghasilkan daya tidak sampai setengahnya. “Selain tidak maksimal, mesin pembangkit Labuhan Angin juga sering rusak. Lama-lama malah biaya perbaikannya bisa lebih mahal dari daya yang dihasilkan,” jelasnya.

“Inilah kalau mesinnya buatan China. Sedikit-sedikit rusak, tuturnya. Dia mengatakan kondisi tersebut memunculkan imej bahwa mesin pembangkit asal China selalu bermasalah. Sama saja kondisinya dengan Pembangkit yang di Pangkalan Susu. Dulu ceritanya mesin ini akan berfungsi mengatasi defisit listrik. Faktanya, sampai sekarang tidak bisa beroperasi normal,” kata dia.

Gus Irawan Pasaribu mengatakan ketika akan selesai, prpoyek ini digembar-gemborkan mampu menambah daya hingga 2×220 MW. Buktinya apa sekarang? Banyak sekali alasan yang tak masuk akal atas pengoperasian mesin ini.

Dia mengaku kecewa dengan keberadaan dua pembangkit bermasalah ini. “Pembangkit Pangkalan Susu itu kan harusnya sudah harus menambah daya ke sistem pembangkitan Sumbagut. Alasan yang muncul ternyata masih running mesin. Alasan lain, mesinnya masih terlalu muda untuk dioperasikan. Nanti lama-lama mesinnya malah jadi tua tak bisa juga membantu pembangkitan di Sumut,” tuturnya.

Menurut Gus Irawan, salah satu kelemahan mesin pembangkit dari China sering tidak maksimal dalam beroperasi. “Bagaimana ini PLN harus cari solusi bagaimana agar mesin yang sudah ada beroperasi maksimal. Ini sebenarnya sudah saya sampaikan ke PLN berkali-kali,” tegasnya.

Politisi asal Sumatera Utara itu mengharapkan sistem kelistrikan Sumbagut ke depan akan lebih baik. “Ke PLN juga sudah saya sampaikan kalau kira-kira mesin asal China bermasalah jangan pakai lagi produk mereka.”

Sekarang semua harus memikirkan efektivitas penggunaan pembangkit sehingga apa yang sudah diinvestasikan bisa menghasilkan. Karena pengadaan pembangkit ini juga merupakan program nasional untuk mengejar target 35.000 MW, tuturnya.

Gus Irawan mengatakan ke depan pasti akan ada pertambahan mesin pembangkit. “Hanya saja menurut saya, yang sudah ada pun harus terus dioptimalkan. Jangan dibiarkan tak berfungsi, atau kapasitas terpasang tidak mencapai daya maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sistem kelistrikan Sumbagut sudah mengalami perbaikan. Memang pemadaman tetap saja ada tapi sudah jauh berkurang. “Ke depan pun tentu seperti yang saya sampaikan berkali-kali kita harus punya cadangan yang cukup. Itulah yang harus dikejar. Karena berapa pun kapasitas terpasang, tetap saja nanti akan habis diserap oleh sambungan baru dan industri.”

“Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi pasti akan menyerap sumber listrik yang makin banyak. Itu yang harus kita pastikan, agar industri tak kekurangan. Jadi investor pun tak terkendala lagi dengan kebutuhan listrik mereka,” tuturnya. (wol/ags/min/data1)
Editor: Agus Utama

Check Also

WOL Photo

Sumut Tidak Akan Defisit Listrik Lagi

MEDAN, WOL – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi memimpin upacara peringatan Hari Listrik ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.