Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan Minta Pemda Jangan Persulit Tol Listrik
istimewa
istimewa

Gus Irawan Minta Pemda Jangan Persulit Tol Listrik

MEDAN, WOL – Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu meminta agar pemerintah daerah baik itu kabupaten dan kota di Sumut tidak mempersulit pembangunan tol listrik sebagai salah satu solusi alternatif menambah daya ke daerah ini.

Gus Irawan Pasaribu, ketua Komisi VII DPR RI yang membidangi energi dan lingkungan hidup, mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Medan, Rabu (13/9), melalui sambungan telepon dari Jakarta.

Dia mengatakan harusnya pasok listrik Sumut secara keseluruhan tahun ini sebenarnya berpotensi bertambah hingga 1.000 MW dengan beberapa alternatif. Komisi VII DPR-RI, jelas Gus Irawan, mendesak PLN segera merealisasikan pembangunan tol listrik Sumatera. Pembangunan tol listrik tersebut akan sangat menguntungkan, pasalnya hingga 2017 tambahan pasokan listrik di Sumut diperkirakan 1.000 Megawatt.

“Intinya, kami (Komisi VII) mendorong PLN agar fokus dalam penyelesaiannya (tol listrik), dan itu sangat dibutuhkan Sumatera Utara,” ucapnya. Dia mengatakan Sumut yang paling diuntungkan dengan tol listrik interkoneksi Sumatera tersebut.

Oleh karenanya sambung Gus Irawan, Pemda wajib mendukung pembangunannya. Sejauh ini, sambungnya, info dari PLN, masih ada persoalan tanah di mana tiang-tiang tower PLN yang didirikan, baik di Sumbar dan Sumut masih mendapat penolakan.

Untuk Sumut justru yang lebih banyak, lokasinya mulai dari Madina, Padangsidimpuan, Tapsel, Taput, Binjai dan Pakpak Bharat. “Saya menghimbau Bupati/Walikota di wilayah tersebut untuk mengambil inisiatif guna penyelesaiannya. Toh dengan adanya tol listrik, yang diuntungkan adalah daerahnya dan masyarakat,” jelasnya.

ronisnya, kata Gus Irawan, daerah yang dilalui oleh tol listrik merupakan wilayah pemilihannya saat menjadi anggota DPR-RI dulu. “Itu yang bermasalah banyak di dapil saya dulu. Saya memang sudah berencana berbicara langsung dengan para kepala daerah. Nanti kan sambungannya dari Sumbar akan sampai ke Madina, terus ke arah Tabagsel sampai ke Sibolga. Semua itu dulunya daerah pemilihan saya,” tuturnya.

“Saya awalnya heran kenapa di daerah pemilihan saya, pemda-nya kurang akomodatif terhadap tol listrik,” kata dia. Menurut Gus, persoalan ini harus diselesaikan. Karena bagaimana pun nantinya, harus ada pertambahan daya berkelanjutan. Kalau sekarang ada penambahan 1.000 MW, bisa saja itu sudah habis langsung diserap masyarakat terutama yang menungu sambungan baru,” ujarnya.

Dia menjelaskan tol listrik sebagai interkoneksi dari Sumatera Selatan akan melewati Sumatera Barat kemudian disalurkan ke pembangkit listrik Sumut. Ketua DPD Gerindra Sumut ini menyatakan interkoneksi itu menurut hitungan bisa mencapai 120 MW. “Awalnya saya perkirakan bisa 200 MW. Tapi katakanlah 120 MW saja. Itu juga sudah sangat membantu pasok listrik wilayah ini.”

Dengan interkoneksi itu, kata dia, daerah-daerah di Sumatera akan saling berbagi listrik. “Terutama Sumut yang membutuhkan karena sering padam,” ujarnya. Selain itu, kata dia, pasok listrik sumut juga akan bertambah dari proyek Simarboru berkapasitas 500 MW.”

Pembangkit listrik ini disingkat Simarboru karena berada di Sipirok, Marancar dan Batang Toru atau ketiganya berada di wilayah Tapsel, ungkap Gus. “Ini salah satu proyek besar. Sekaligus menjadi sumber tambahan daya bagi Sumut.”

Dia juga mengatakan Komisi VII DPR-RI saat ini mendukung proyek listrik itu karena termasuk pembangkit yang ramah lingkungan. “Saya dengar sudah masuk dalam pembebasan tanah. Hanya saja tentu soal tenggat waktu penyelesaian pembangkit tadi. Bisa tiga hingga empat tahun.”

Dengan kondisi begitu, menurut hitungan Gus, total pasok listrik Sumut akan bertambah hingga 1.000 MW, bahkan kalau yang di Smarboru itu bisa dikebut bukan tidak mungkin dalam dua tahun ini proyek bisa selesai. “Asal jangan ada kendala, saya kira paling lama hitungannya di pertengahan 2018 akan ada pertambahan 1.000 MW tadi.”

“Kalau pun dipercepat, saya malah berharap semua yang diproyeksikan itu sudah rampung akhir 2017. Kemudian masuk sistem di 2018. Dengan begitu dari pasokan mesin baru, akan sanggup menampung kebutuhan yang terus bertambah,” jelasnya.

“Harapan saya, pemerintah daerah benar-benar tidak mempersulit pembangunan pembangkit serta sambungan tol listrik. Sebab jika mereka mempersulit yang rugi daerah kita secara keseluruhan,” tambahnya. (wol/ags/min)

Editor: Agus Utama

Check Also

WOL Photo/Ist

PLN Pembangkitan Sumbagut dan HKTI Sumut Dorong Pemberdayaan Masyarakat Lewat Budidaya Hidroponik

MEDAN, WOL – PT PLN Pembangkitan Sumbagut mendorong pemberdayaan masyarakat lewat budidaya sayuran hidroponik yang ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.