Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan Minta Litbang Batan Kembangkan Benih Padi Madina
foto: istimewa
foto: istimewa

Gus Irawan Minta Litbang Batan Kembangkan Benih Padi Madina

MEDAN, WOL – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu yang membidangi energi dan lingkungan hidup meminta Litbang Badang Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengembangkan benih padi lokal yang dikembangkan petani di Mandailing Natal.

Hal itu disampaikannya melalui sambungan telepon, Selasa (24/10), usai melakukan kunjungan ke Desa Muara Pungkut Kec. Kotanopan Kab Mandailing Natal, baru-baru ini. Dia menghadiri acara temu petani bersama Litbang Batan.

Dalam kesempatan itu, Gus Irawan mengatakan mata pencaharian masyarakat Madina umumnya petani. “Karena kerjasama dengan Litbang Batan RI sudah lama, kita harapkan agar bisa berlanjut. Kemudian kami dari Komisi VII DPR-RI menginginkan agar varietas bibit unggul tanaman padi terus dikembangkan secara maksimal. Sebab petani Madina pasti membutuhkan,” ungkapnya.

Menurut Gus Irawan Pasaribu, yang juga ketua DPD Gerindra Sumut, kerjasama Pemkab Madina dengan Litbang Batan sudah terjalin tujuh tahun. “Menurut laporan yang disampaikan bahwa petani Madina sudah menggunakan benih padi Litbang Batan dengan penghasilan yang meningkat hingga delapan ton per hektar. Ini tentu pecapaian bagus. Tapi harapannya ke depan varietas lokal bisa ikut dikembangkan juga,” tambahnya.

Dia menambahkan untuk meningkatkan kualitas bibit padi  lokal di Madina, Litbang Batan agar membawa padi lokal si Gudang yang ada di Madina untuk diteliti dan dikembangkan di Jakarta. “Sebab, menurutnya padi lokal si Gudang ini cukup enak rasanya, namun masalahnya terlalu lama panennya mencapai enam bulan.”

“Saya berharap kepada Litbag Batan agar padi lokal si Gudang yang ada di Madina agar di bawa ke Jakarta untuk diteliti dan dikembangkan. Sebab, prospek padi ini sangat menjanjikan. Selain rasanya enak, juga nilai jualnya sangat tinggi. Kalau harga padi biasanya Rp40.000 per kaleng, sedangkan padi lokal si Gudang ini harganya mencapai Rp50.000 per kaleng,” jelasnya.

Atas kondisi itulah dia meminta Litbang Batan meneliti sehingga nanti usia tanamnya di persingkat dari enam bulan menjadi 150 hari. Gus Irawan meminta Pemkab Madina menyiapkan padi tersebut untuk dibawa ke Jakarta. “Kalau sudah keluar nantinya hasil Litbang Batan ini akan kita kembangkan di Madina,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Irawan bersama Litbang Batan juga menyerahkan bantuan bibit kepada kelompok tani.”Selain sebagai Ketua Komisi VII di DPR-RI saya juga ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) wilayah Sumut. Artinya kami juga ingin memberdayakan petani di Sumut. Jangan lagi petani selalu terjebak dalam kemiskinan berkepanjangan,” jelasnya.

Dia menyatakan target pemberdayaan petani dengan mengangkat kesejahteraan masyarakat. Seperti yang pernah diungkapkannya, jika pemberdayaan hanya melalui seminar tak akan berhasil.

“Jadi kita harus melakukan percepatan pemberdayaan menggunakan teknologi dan inovasi yang dikembangkan oleh beberapa lembaga negara. Selain Litbang Batan, kami juga bermitra dengan LIPI dan BPPT. Mereka melahirkan banyak inovasi. Itulah yang kita jadikan acuan untuk dipraktikkan dan digunakan dalam memberdayakan masyarakat,” tuturnya. (wol/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

istimewa

Gus Irawan: Subsidi Listrik 900 VA Harus Ditambah

JAKARTA, WOL – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menyatakan RAPBN 2018 untuk Kementerian ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.