Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan: Jargas Rumah Tangga Terus Ditingkatkan
WOL Photo/Ist
WOL Photo/Ist

Gus Irawan: Jargas Rumah Tangga Terus Ditingkatkan

JAKARTA, WOL – Ketua Komisi VII DPR-RI mengisyaratkan pemerintah dan PGN akan terus mendorong pemasangan sambungan jaringan gas di rumah tangga untuk meningkatkan pengguna yang tahun ini baru akan mencapai 200 ribu pengguna kelas rumah tangga.

Dia mengungkapkan hal itu melalui sambungan telefon kepada wartawan, Rabu (14/2), menyikapi masih minimnya pengguna sektor rumah tangga. Komisi VII yang membidangi energi dan lingkungan hidup, menurut Gus mendorong lahirnya aturan yang memberikan dukungan, agar rakyat memiliki akses untuk mendapatkan jaringan gas yang bisa masuk sampai dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Menurut Komisi VII, jariangan gas yang masuk ke rumah tangga lebih efisien daripada gas elpiji yang selama ini beredar di masyarakat.

Dia mengatakan bentuk jaringan gas kepada masyarakat. Ini harus betul-betul diberikan legacy, kebijakan yang memang mendorong supaya BUMN untung, juga BUMN berkontribusi secara luas kepada masyarakat, ungkapnya.

Dia mengatakan PGN (Perusahaan Gas Negara) sebagai pengelola sumber gas nasional harus diberikan diskresi dan kekhususan oleh pemerintah.  Menurutnya, PGN sebagai BUMN yang ditugasi melakukan konversi dan pelayanan kepada masyarakat, baik yang komersial maupun afirmasi.

Perusahaan tersebut, kata Gus Irawan yang juga wakil ketua Fraksi Gerindra DPR-RI, memiliki kemampuan yang cukup untuk bisa memenuhi harapan negara dalam rangka memenuhi kebutuhan energi, utamanya yang berbasiskan gas. “Tidak hanya gas untuk kebutuhan rumah tangga, tapi juga untuk kebutuhan transportasi.”

Dulunya, kata Gus Irawan, sudah ada konversi dari fuel ke gas untuk taksi, kemudian untuk bajaj. Mereka memiliki kemampuan yang cukup untuk membangun dan menjadi institusi yang ditugasi oleh negara untuk melakukan konversi dari minyak ke gas. Namun PGN membutuhkan infrastruktur pendukung guna mencukupi kebutuhan gas nasional.

PGN yang memiliki 200 ribu rumah tangga pelanggan city gas, yang tersebar di berbagai daerah jaringan pipa gas utama harus diperbanyak lagi, mengingat warga yang membutuhkan. “Rakyat tertolong dengan city gas yang dijual oleh PGN. Nah, kami mengusulkan agar jaringan gas untuk rumah tangga ini diperbanyak untuk daerah-daerah yang memang dilewati gas pipa utama. Itu harus dimanfaatkan untuk daerah-daerah sekitar segera bangun jaringan gas,” tuturnya

Menurut dia, Komisi VII sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke daerah-daerah yang sudah menerima gas dari PGN. Pengguna mengakui dimudahkan aliran jaringan gas karena lebih efisien apalagi lebih praktis, bersih dan bahkan lebih murah dari elpiji 3 kg yang disubsidi.

Gus Irawan mengatakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun jaringan gas rumah tangga hingga 80 ribu sambungan 2018. Dengan begitu masyarakat yang mendapatkan bantuan tersebut dapat menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar rumah tangganya.

Menurutnya, pemerintah ‎akan membangun jaringan gas (jargas) rumah tangga hingga 80 ribu sambungan pada 2018. Jumlah tersebut sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu 78 ribu sambungan. Pembangunan jaringan gas rumah tangga tahun ini di danai APBN dengan besaran biaya Rp12 juta per sambungan rumah tangga.

Menurut Gus Irawan, PGN harus lebih masif memanfaatkan gas. “Kalau data mereka di awal 2017 lalu jumlah pelanggan gas PGN saat ini mencapai 132.098 pelanggan, dengan total gas yang dialirkan mencapai 809,39 BBTUD.” Rinciannya sambungan tersebut terdiri dari gas rumah tangga PGN paling banyak mencapai 128.518 pelanggan, komersial dan usaha kecil sebanyak 1.923 pelanggan, serta industri dan pembangkit listrik sebanyak 1.657 pelanggan.”   (wol/ags/min/data1/data1)

Check Also

WOL Photo

Pengadilan Batalkan Putusan KPPU Terkait Monopoli Gas Oleh PGN

MEDAN, WOL – Pengadilan Negeri Jakarta Barat membatalkan putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.