Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan: Heran, APBN Tahun Ini Tanpa Perubahan
WOL Photo/Ist

Gus Irawan: Heran, APBN Tahun Ini Tanpa Perubahan

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, mengaku heran dengan rencana pemerintah tahun ini yang membuat APBN tanpa perubahan atau biasa disingkat APBN-P.

Dia mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Medan, Selasa (11/9) kemarin. “Ini kali pertama sejak reformasi, negara tidak mengajukan APBN perubahan karena menganggap semua yang ditargetkan sudah tercapai dan dalam koridor yang baik,” katanya.

“Cobalah kita ikuti statement dari Menteri Keuangan dan Presiden tentang alasan tidak adanya perubahan APBN 2018. Bagi saya tentu saja keanehan yang luar biasa. Sebelum memberi alasan kenapa menjadi luar biasa kita lihat dulu alasan pemerintah yang merasa tak perlu mengubah komposisi APBN,” jelasnya.

Menurut Gus Irawan yang juga wakil ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu, dalam beberapa kesempatan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah tidak mengajukan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018. Sri Mulyani bilang alasan pemerintah tidak mengajukan APBN-P karena realisasi kinerja sampai semester I-2018 dalam koridor yang baik.

“Karena postur APBN cukup baik dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara, dan defisit lebih kecil dari direncanakan, maka Bapak Presiden menyampaikan bahwa untuk APBN 2018 ini kita tidak melakukan APBN Perubahan,” kata Gus Irawan menirukan Sri Mulyani.

Pemerintah beralasan tidak perlunya APBN perubahan karena realisasi asumsi dasar makroekonomi APBN 2018 pada semester 1 dan semester 2 akan tercapai. Coba kita lihat di semester 1, pertumbuhan ekonomi APBN 5,4 persen, realisasi semester I-2018 5,1 persen (perkiraan). Inflasi APBN 3,5 persen, realisasi semester I-2018 3,1 persen. Nilai tukar APBN, Rp13.400, realisasi semester I-2018 rata-rata Rp13.746 per dolar AS. Harga minyak dunia APBN 48 dolar AS per barel, realisasi semester I-2018 rata-rata 67 dolar AS per barel.

Proyeksi pemerintah atas kinerja APBN selama semester II-2018 pertumbuhan ekonomi APBN 5,4 persen, proyeksi semester II-2018 5,3 persen maka satu tahun penuh sebesar 5,2 persen. Nilai Tukar APBN, Rp13.400, proyeksi semester II-2018 rata-rata Rp14.200 per US$ maka sampai akhir tahun Rp13.973 per dolar AS. Harga minyak dunia APBN 48 dolar AS per barel, proyeksi semester II-2018 rata-rata 73 dolar AS per barel maka satu tahun penuh 70 dolar AS per barel.

Menurut Gus Irawan, apa yang sekarang terjadi secara umum terutama soal nilai tukar dan harga minyak dunia sudah tidak relevan dengan APBN tahun ini. “Harusnya ada revisi tapi pemerintah ngotot tidak mau membuat perubahan. Kita lihat saja nanti apa yang pencapaian mereka di akhir tahun.”

Karena Gus Irawan yakin target pemerintah terutama asumsi makro tak akan tercapai. “Apalagi jika kita bicara tentang rupiah yang jauh dari proyeksi. Di APBN 13.400 per dolar AS ternyata di pasar sekarang malah Rp15.000,” tuturnya. (wol/min)

Editor: Agus Utama

Check Also

Ketua Komisi VII: Perlu Terobosan Tingkatkan Produksi Migas

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengatakan bahwa tidak tercapainya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: