Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan: Antisipasi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok
foto: Istimewa
foto: Istimewa

Gus Irawan: Antisipasi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok

MEDAN, WOL – Anggota DPR RI asal Sumatera Utara mengingatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersinergi mengantisipasi lonjakan kebutuhan harga pokok menjelang Idul Fitri 1438 H. “Karena biasanya saat seperti ini akan terjadi lonjakan harga akibat meningkatnya konsumsi.”

Gus Irawan Pasaribu, anggota DPR RI asal Sumut yang juga  Ketua Komisi VII di DPR RI mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan di Medan, Selasa (13/6), menyikapi kondisi masyarakat dan fakta yang terjadi di berbagai pasar tradisional dan modern.

Dia mengatakan seharusnya pengeluaran masyarakat selama Ramadhan sampai Idul Fitri harusnya menurun. “Kan hakikat puasa menahan diri. Namun yang terjadi kan sebaliknya. Pengeluaran dari sisi konsumsi meningkat,” kata dia.

Semua itu terkait dengan basic needs (kebutuhan dasar) akan dimaksimalkan pencapaiannya oleh masyarakat, tutur Gus. “Teori ekonomi mengungkapkan sepanjang Ramadhan sampai Idul Fitri nanti pola konsumsi meningkat karena didorong keinginan manusia sebagai mahluk ekonomi memaksimalkan kebutuhannya,” kata Gus.

Sehingga dalam kondisi seperti ini biasanya tingkat inflasi akan meningkat dan BI sendiri pun sudah menambah jumlah uang beredar dalam jumlah lebih besar. “Itu fakta bahwa walaupun puasa tetapi tingkat konsumsi masyarakat kian bertambah,” jelasnya.

“Maka sering saya katakan, puasa ditinjau dari mikroekonomi akan ada tiga teori yang bergerak bersamaan. Yaitu konsumsi, perilaku konsumen yang berubah, dan perusahaan yang memaksimalkan produksinya,” kata dia.

Ketika permintaan akan barang mengalami lonjakan otomatis harga di pasar akan terus bergerak naik, ungkapnya. “Kita mengingatkan kepada pemerintah untuk fokus menjaga pergerakan harga di pasar. Terutama melihat jalur distribusi agar tidak terganggu. Kemudian jika ada upaya spekulasi segera ditindak. Jangan dibiarkan. Sebab bisa merugikan masyarakat karena harga terus tinggi,” tambahnya.

“Kita sama-sama diajakarkan kalau puasa itu sesungguhnya latihan pengendalian diri yang artinya pola konsumsi menjelang lebaran pun harus dijaga. Memang kita tidak mencegah kalau misalnya ada orang tua ingin membeli pakaian baru untuk anak-anaknya. Tapi jangan sampai membebani karena penghasilan yang terbatas,” ungkapnya.

Check Also

istimewa

Komisi VII DPR Minta Menteri ESDM Evaluasi Permen Penghambat Investasi

JAKARTA, WOL – Komisi VII DPR RI meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.