Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus Irawan: Akselarasi Sektor Migas Lambat
Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu. (WOL Photo/Ist)

Gus Irawan: Akselarasi Sektor Migas Lambat

MEDAN, Waspada.co.id – Gus Irawan Pasaribu menilai akselarasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lambat dalam mengakselarasi pemenuhi kilang dalam negeri. Karena kata dia, sampai saat ini produksi minyak dan gas kurang dari 800 ribu barel per hari.

Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu yang membidangi energi dan lingkungan hidup mengungkapkan hal itu kepada wartawan, kemarin. Dia mengatakan Kementerian ESDM melalui SKK Migas sedikit terlambat dalam menggenjot pemenuhan kilang di dalam negeri.

Menurutnya, pemerintah sedikit kewalahan untuk mengejar lifting yang telah ditetapkan yaitu 800.000 barel per hari, namun saat ini baru sekitar 780.000 barel per hari. Artinya kalau dilihat pada triwulan pertama memang masih di bawah target APBN, kata Gus Irawan yang juga wakil ketua Fraksi Gerindra di DPR RI.

Dia mengungkapkan dari kebutuhan 1,6 juta barel per hari ini tidak bisa diproduksi di dalam negeri. “Artinya, dari sektor hulu dan hilir masih ada gap terhadap yang akan dicapai. Dan itulah yang harus dikejar. Jadi memang ada impor untuk mengatasi gap tersebut.”

“Kami minta ada inovasi dan akselarasi inovasi kepada seluruh stakeholder di bidang migas, untuk menggenjot ketertinggalan investasi ini, supaya memenuhi target-target yang akan dicapai secara nasional oleh pemerintah,” tuturnya.

Di sektor hulu, kata Gus Irawan, komitmen-komitmen yang sudah ditandatangani oleh para investor sebelumnya harus ditindaklanjuti. Bukan hanya dari sektor energi yang berbasiskan fosil, tetapi juga renewable energy (energi terbarukan).

Dalam kunjugan kerja beberapa waktu lalu, Komisi VII, kata dia, sempat mendapatkan penjelasan dimulainya wind energy di Sulawesi Selatan, kemudian Sarulla sudah mulai dikembangkan untuk geothermal dan ke depan. Dia berharap investor banyak masuk untuk renewable energy.

Gus Irawan menginginkan saatnya membuka diri terhadap investasi, namun tentu tidak dengan memberi kesempatan tenaga kerja asing masuk selebar-lebarnya. “Jangan sampai kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia diisi TKA dengan dalih untuk investasi,” jelasnya.

Ketua DPD Gerindra Sumut itu menyatakan paling penting dari investasi adalah regulasi awal dengan stimulusnya, bagaimana menarik investasi selanjutnya.

“Kita juga harus memiliki pintu yang ketat, sehingga kebutuhan akan sumber daya manusia, peluang pekerjaan dan nilai tambah dari berbagai kegiatan investasi bisa menambah kekuatan mensejahterakan negara dan mengurangi ketergantungan impor kebutuhan vital,” tegasnya. (wol/ags/min/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Gus Irawan Bagikan Konverter Kit BBM ke Nelayan Tanjung Haloban

LABUHANBATU, Waspada.co.id – Sebanyak 310 paket konverter kit didistribusikan kepada kapal perikanan bagi nelayan kecil ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: