Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gus: Dirut Baru Pertamina Harus Pacu Produksi Nasional
WOL Photo
WOL Photo

Gus: Dirut Baru Pertamina Harus Pacu Produksi Nasional

MEDAN, WOL – Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu, meminta Dirut Pertamina yang baru lebih berperan mendorong badan usaha milik pemerintah itu memacu produksi nasional. Komisi VII DPR-RI yang membidangi energi dan lingkungan hidup mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Medan, Selasa (21/3), menyusul penetapan baru Dirut Pertamina.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menetapkan Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Penetapan tersebut diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan (RUPS) PT Pertamina (Persero) pada Kamis (16/3) lalu di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.

Seperti diberitakan sebelumnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan pada hari Jumat (16/3) Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menggantikan Dwi Soetjipto, yang diberhentikan pada 3 Februari 2017. Elia Massa Manik sebelumnya menjabat Direktur Utama Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III.

Pengangkatan Elia ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-52/MBU/03/2017, yang diserahkan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Gatot Trihargo dan disaksikan oleh Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (15/3).

Gus mengatakan tugas baru Dirut tentu masih sangat banyak. Sebab saat ini, kata dia, Indonesia merupakan negara net importir dengan penguasaan minyak Pertamina terhadap produksi nasional hanya sekitar 30 persen dan punya ketergantungan terhadap energi fosil.

“Itu sebabnya saya minta Dirut baru ini mendorong Pertamina berkontribusi lebih besar dalam produksi minyak nasional. Prioritas Pertamina adalah meningkatkan produksi ke depan serga menggali energi baru terbarukan sehingga pada akhirnya dicapai ketahanan dan kedaulatan energi nasional,” kata Gus Irawan Pasaribu yang juga wakil ketua Fraksi Gerindra DPR-RI.

Selain itu, kata Gus, penunjukan Elia Massa Manik pun turut mencairkan kubu-kubuan di internal Pertamina. Gus mengatakan telah terjadi kubu-kubuan di intern pertamina sehingga penunjukan Dirut dari luar menjadi lebih tepat. “Elia Massa Manik diharapkan dapat mencairkan kubu-kubuan tersebut,” ujar Ketua Komisi VII tersebut.

Gus menegaskan pengalaman Elia Massa Manik memimpin berbagai perusahaan di berbagai bidang akan menjadi modal penting dalam menahodai pertaminan. “Perusahaan sebesar dan sekompleksitas pertamina butuh leader yang memiliki strong leadership,” kata dia. Tugas Dirut baru ke depan tidak lebih ringan dari yang sebelumnya karena harus meningkatkan kolektifitas kerja secara internal.

Apalagi, menurutnya, ada banyak hal secara eksternal yang terampil menghadapi kondisi industri Migas yang masih lesu dan semakin kompetitif di tingkat global. Di sektor Hulu, kinerja eksplorasi yang telah dicapai sepanjang Tahun 2016 harus dipertahankan dan ditingkatkan segar maksimal. Terlebih, secara nasional kinerja eksplorasi Migas mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir.

Adapun di sektor hilir, pemenuhan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi akan Bahan Bakar Minyak (BBM) harus diimbangi dengan diversifikasi produk yang beragam dan pola distribusi yang semakin baik.

Gus menegaskan perusahaan BUMN itu merupakan salah satu badan usaha milik pemerintah yang strategis, karena memiliki aset dan profit yang lebih besar dibandingkan badan usaha lain. (wol/ags/min/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Sarjana Penggerak Desa, Kabupaten Labura, Nicho Silalahi. WOL Photo

Gus Irawan Pecat Pejuang Partai

MEDAN, WOL – Pencopotan kader Gerindra di sejumlah daerah oleh Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.