Home / Warta / Teknologi / Google Translate Naik Level Lagi
Istimewa

Google Translate Naik Level Lagi

WOL – Menjadi yang terdepan sepertinya tidak hanya sekadar slogan bagi Google, perusahaan Internet raksasa asal Mountain View, California, Amerika Serikat. Google, yang awalnya lebih dikenal sebagai penyedia layanan mesin pencari, mendongkrak kemampuan aplikasi terjemahan besutannya, Google Translate, ke level yang lebih tinggi.

Dengan menyematkan teknologi augmented reality pada fitur terjemahan visual, pengguna bisa melihat seketika hasil terjemahan yang menggantikan kata aslinya menggunakan kamera ponselnya. Augmented reality adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan atau tiga dimensi ke sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.
“Teknologi augmented reality view ini memungkinkan hasil terjemahan berada tepat pada gambar atau teks yang ditangkap kamera,” kata Putri Silalahi, Communications Head of Consumer & YouTube.
Setelah meng-update aplikasi Google Translate dengan versi terbaru, pengguna bisa mulai menggunakan fitur baru ini. Ada tiga ikon pada tampilan aplikasi ini, yaitu ikon kamera, yang menggunakan teknologi augmented reality view; mikrofon, untuk terjemahan percakapan; dan tulisan tangan.
“Jadi sekarang saat sedang berwisata di luar negeri, kita tinggal menyorotkan kamera ponsel pintar ke tulisan pada rambu jalan atau lokasi dan hasil terjemahannya terlihat di kamera,” kata Putri dalam sesi perkenalan versi baru Google Translate tersebut, dua pekan lalu, di kantor Google Indonesia.
Fitur kamera pada terjemahan ini bisa menerjemahkan 20 bahasa, misalnya bahasa Bulgaria, Filipina, Belanda, Slovak, dan Turki.
Lewat fitur terjemahan percakapan, aplikasi ini dapat langsung menerjemahkan kata-kata yang diucapkan pengguna ke salah satu dari 40 bahasa yang tersedia.
Untuk terjemahan tertulis, Google telah memperkaya kemampuan Google Translate untuk menerjemahkan sekitar 90 bahasa. Untuk membuat aplikasi ini bisa bekerja secara maksimal, khususnya untuk para penutur bahasa Indonesia, Google membentuk tim khusus.
“Kami bekerja dengan beberapa pakar bahasa Indonesia dari Universitas Indonesia,” kata Putri. Selain itu, Google membuat komunitas yang disebut Google Translate Community untuk memperkuat hasil terjemahan seakurat mungkin.
Dalam mengembangkan layanan ini, Google melibatkan Julie Cattiau, manajer produk Google Translate, yang bergabung di Google sejak empat tahun lalu. Julie, 26 tahun, merupakan lulusan dari Telecom ParisTech dengan kemampuan keterampilan enam bahasa. “Kami terus memperbanyak input pola bahasa untuk menghasilkan kualitas terjemahan yang semakin baik,” kata Juli menjawab Tempo dalam sesi video conference call, dua pekan lalu.
Tokoh kunci yang lain di balik versi baru Google Translate ini adalah Otavio Good, insinyur peranti lunak. Otavio ini awalnya mendirikan startup bernama Quest Visual Inc, yang membuat aplikasi terjemahan bernama Word Lens.
Word Lens merupakan aplikasi terjemahan teks secara real time tanpa membutuhkan koneksi Internet. Setelah mengakuisisi Quest, Google mengintegrasikan teknologi Word Lens dengan Google Translate tahun lalu.(tempo/data1)

Check Also

Murah Banget, 5 Smartphone Rp2 Jutaan dengan RAM 4GB

Waspada.co.id – Smartphone dengan kapasitas memori RAM yang besar memang memiliki peforma yang cukup apik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: