Home / Warta / Politik / Gerindra Sindir Jokowi Soal Penundaan Kenaikan Premium
Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono./Istimewa

Gerindra Sindir Jokowi Soal Penundaan Kenaikan Premium

JAKARTA, Waspada.co.id – Langkah pemerintah menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dinilai Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono merupakan bentuk kepanikan Presiden Joko Widodo.

Kata Arief, di satu sisi Jokowi harus menaikkan harga BBM karena kenaikan harga minyak dunia, tapi di satu sisi Jokowi harus mempertahankan popularitasnya menjelang pemilihan presiden 2019.

“Jokowi panik, dia takut kalah, karena kebijakan menaikkan harga BBM terutama Premium akan membuat dia tidak populer,” kata Arief Poyuono, Rabu (10/10).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan penundaan kenaikan harga Premium merupakan arahan Jokowi. “Sesuai arahan pak Jokowi. Kenaikan harga Premium ditunda, sembari menunggu kesiapan Pertamina,” ujar pejabat Kementerian ESDM kepada CNNIndonesia.com.

Pihak Istana belum merespons pertanyaan CNNIndonesia.com terkait penundaan kenaikan harga BBM.

Padahal, Menteri ESDM Ignatius Jonan sebelumnya menyebut mulai sore ini, harga jual BBM jenis penugasan ini di wilayah Jawa-Madura-Bali naik dari Rp6.550 menjadi Rp7 ribu per liter. Sementara, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik dari Rp6.400 menjadi Rp6.900 per liter.

Menurut Arief, Ignatius Jonan tidak dapat dipersalahkan soal penundaan kenaikan harga premium itu. “Jonan tidak bisa disebut plin-plan, karena dia harus koordinasi dengan Menteri Keuangan. Jokowi itu yang panik,” katanya.

Kata Arief, Jokowi sudah tidak dapat lagi mengatasi persoalan ekonomi di Indonesia setelah rupiah menembus angka di atas Rp15 ribu. “Sulit bagi Jokowi untuk mengembalikan rupiah ke angka Rp11 ribu,” katanya.

“Siapapun presidennya, setelah Pemilu pasti harga BBM akan naik. Jokowi kalau kepilih lagi pasti akan menaikkan harga,” katanya.

Meski menunda kenaikan harga Premium, pemerintah tetap menaikkan harga BBM nonsubsidi pada hari ini.

Kenaikan harga BBM nonsubisdi berlaku sejak pukul 11.00 WIB. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, misalnya, harga Pertamax dipatok Rp10.400 per liter atau naik dari harga sebelumnya Rp9.500 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo naik dari Rp10.700 per liter menjadi Rp12.250 per liter.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi itu, kata Arief, juga akan memengaruhi perekonomian Indonesia. “Akan terjadi PHK besar-besaran terhadap buruh, karena banyak perusahaan tutup akibat enggak mampu bayar gajinya dan produk-produk mahal kurang laku,” ucap Arief.

Menurut Arief, hal itu bisa saja terjadi lantaran harga barang dan jasa otomatis akan ikut naik. Selain itu, biaya operasional perusahaan akan turut meninggi sehingga perusahaan berada posisi yang semakin sulit.

Terlebih, jika Rupiah terus melemah hingga menginjak angka 16 ribu per dolar AS. (cnnindonesia/ags/data2)

Check Also

Harga Pertamax Naik Lagi Mulai Hari Ini

JAKARTA, Waspada.co.id – PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax dan Dex ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: