Breaking News
Home / Warta / Politik / Gerindra Sebut Jokowi Masih Kesulitan Jaring Cawapres
Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)

Gerindra Sebut Jokowi Masih Kesulitan Jaring Cawapres

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menilai kubu Joko Widodo masih kesulitan mencari figur calon wakil presiden (cawapres) untuk pilpres 2019. Pasalnya, muncul upaya untuk mencalonkan kembali Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pilpres 2019.

Hanya saja berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, JK tidak bisa kembali menjadi cawapres karena sudah dua kali menjabat sebagai wakil presiden.

Partai Perindo mengajukan permohonan uji materi Pasal 169 huruf n, UU No 7 Tahun 2017 ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar JK dapat melenggang lagi menjadi cawapres di Pilpres 2019.

“Ya, memang dari kubu Pak Jokowi sulit sampai hari ini mencari cawapres. Tidak salah kalau masih ingin menjadikan Pak JK sebagai cawapres,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jumat (20/7).

Riza mengatakan keinginan tersebut bisa tercapai apabila permohonan uji materi dikabulkan oleh MK. Sebelum diajukan Perindo, MK telah menolak uji materi UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang digugat pihak lain.

Riza menilai JK merupakan salah satu faktor kemenangan Jokowi di pilpres 2014. Sebab menurutnya, JK dianggap bisa mewakili umat Islam dan suara masyarakat Indonesia Timur.

Gerindra Bahas Peluang AHY
Riza mengatakan pihaknya bakal membahas peluang Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto.

Pembahasan itu akan dilakukan saat Prabowo bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang rencananya akan dilaksanakan pada 24 Juli mendatang. Menurut Riza, Gerindra ingin mendengar nilai tambah dari AHY.

“Selama ini disampaikan, AHY punya segmen pasar pemilih pemula, pemilih muda, pemilih milenial cerdas, pinter, ganteng. Nanti dalam diskusi kan berkembang, apa sih nilai plus kehadiran AHY kalau jadi cawapres,” ujarnya,

Pembahasan seperti itu, kata dia tidak hanya dilakukan dengan Partai Demokrat yang mengusung AHY sebagai cawapres.

Dalam pertemuan dengan PAN misalnya, Gerindra juga membahas mengenai kelebihan Zulkifli Hasan sebagai ketua MPR, mantan menteri, dan ketua umum partai. Hal itu sebagai bahan pertimbangan untuk mengisi posisi cawapres Prabowo.

“Kemudian apa sih kelebihan dari PKS kalau jadi cawapres, partainya yang solid, kemudian jaringan yang luas, militan, umpamanya begitu, dan sebagainya,” kata Riza.

Selain soal cawapres, Gerindra juga bakal membahas koalisi dan kondisi bangsa. Pertemuan itu menurutnya bisa jadi momentum Gerindra dan Demokrat untuk mematenkan koalisi. “Ya, bisa. Kemarin kan direncanakan ketemu tapi Pak SBY kan harus istirahat. Pak Prabowo tetap jenguk Pak SBY sebagai bentuk perhatian kami,” ujar Riza. (cnnindonesia/ags/data2)

Check Also

Sandi Dinilai Berhasil Ketimbang Ma’ruf Amin

JAKARTA, Waspada.co.id – Direktur Eksekutif Charta Politica Indonesia Yunarto Wijaya (Toto) menilai calon Wakil Presiden ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: