Home / Warta / Mancanegara / Gereja Katolik Australia Tolak Beberkan Soal Pelecehan
Ilustrasi gereja. (AFP Photo/Jack Taylor/To Go with AFP story by Robin Millard)

Gereja Katolik Australia Tolak Beberkan Soal Pelecehan

CANBERRA, Waspada.co.id – Gereja Katolik Australia menolak desakan untuk membeberkan pengakuan pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pastor selama ini. Presiden Keagamaan Katolik Australia, Monica Cavanagh, mengatakan bahwa desakan ini menjadi satu-satunya tuntutan dari rekomendasi pemerintah setempat yang tidak bisa mereka terima.

“Satu-satunya rekomendasi yang tidak dapat kami terima adalah membeberkan pengakuan,” ujar Cavanagh, sebagaimana dikutip CNN, Jumat (31/8).

Keputusan ini dianggap dapat menjadi batu halangan terbesar Gereja Katolik Australia untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik yang mulai tergerus sejak isu pelecehan seksual ini mengemuka beberapa tahun belakangan.

baca: Dituduh Tutupi Kasus Pelecehan Seks, PAUS Diminta Mundur

Komisi Kerajaan Australia untuk Institusi Respons Kekerasan Seksual terhadap Anak sudah mendengarkan keluhan lebih dari 8.000 korban di sesi-sesi tertutup selama lima tahun ini. Dari rangkaian sesi tersebut, ditemukan fakta bahwa sekitar 7 persen pastor di Australia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak.

Komisi itu pun mengajukan 189 rekomendasi untuk Gereja Katolik Australia, termasuk saran untuk melegalkan pernikahan pastor yang selama ini harus hidup selibat. Tak hanya Australia, isu ini juga menerpa Gereja Katolik secara global, sampai-sampai Paus Fransiskus didesak untuk memastikan para pelaku pelecehan seksual di lingkungan gereja diadili.

baca: Para Korban Imbau Paus Tindak Tegas Pelaku Pelecehan Seks di Gereja Katolik

Kasus pelecehan seksual para pastor terhadap anak binaannya yang sudah terjadi selama puluhan tahun ini pertama kali diungkap secara publik melalui laporan Boston Globe pada 2002. Saat itu, Keuskupan Boston dilaporkan memindahkan para pendeta pelaku pelecehan ke berbagai tempat untuk melindungi mereka dan menutupi kasus itu.

Sejak saat itu, ratusan korban dan skandal terungkap di AS dan berbagai negara, penyelidikan global juga dimulai. Konferensi Uskup Katolik AS memperkirakan Keuskupan Amerika telah merogoh kocek hampir US$4 miliar sejak tahun 1950 untuk menyelesaikan kasus pelecehan dengan para korban.

Laporan Boston Globe yang memenangkan Penghargaan Pulitzer itu menginspirasi film peraih Academy Awards, “Spotlight.” (wol/cnn)

Check Also

Kala Kedipan Mata Gadis India Dianggap Penistaan Agama

HYDERABAD, Waspada.co.id – Mahkamah Agung India membatalkan semua dakwaan terhadap seorang aktris belia India bernama ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: