Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Gejolak Harga Menjadi Faktor Kenaikan Pendudukan Miskin
WOL Photo/eko kurniawan

Gejolak Harga Menjadi Faktor Kenaikan Pendudukan Miskin

JAKARTA, WOL – Penduduk miskin sangat rentan terhadap kenaikan harga, khususnya kenaikan harga kelompok makanan.

Secara nasional kontribusi komponen makanan terhadap garis kemiskinan 73,19 persen. Sedangkan komoditas beras menyumbang 21,8 persen terhadap kemiskinan.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan/Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Pusat, Dr Iskandar Simorangkir SE MA, mengatakan bahwa apabila terjadi kenaikan harga beras sebesar 10 persen, maka orang miskin baru akan bertambah 1,2 juta orang.

“Untuk itu dia menyebutkan, inflasi atau kenaikan harga perlu dikendalikan, karena inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya pada pelatihan wartawan daerah Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (21/11).

Sebaliknya inflasi berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dan kesenjangan pendapatan semakin melebar. Selain itu, inflasi yang tinggi menghambat investasi, menghambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang dan berkuragnya daya saing produk nasional.

“Karena tingkat inflasi yang rendah dan stabil penting untuk APBN. Inflasi menjadi salah satu indikator ekonomi makro dalam Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM) yang menjadi acuan dalam menyusun berbagai komponen dari postur APBN,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tingkat inflasi oleh investor surat berharga negara dijadikan salah satu indikator penting dalam menetapkan tingkat resiko.

“Selain itu, tingkat inflasi berpengaruh terhadap daya saing suatu negara dan akan mempengaruhi keputusan ekonomi pelaku usaha,” tambahnya.

Karena realisasi inflasi Indonesia yang berada pada sasaran inflasi di tahun 2015 dan 2016 telah membuat peringkat indikator inflasi Indonesia turun dari peringkat 5 menjadi peringkat 10.

“Inflasi secara keseluruhan Indonesia saat ini relatif terkendali. Inflasi Oktober 2017 mencapai 0,01 persen (mom) dan 3,58 persen (yoy). Hingga Oktober 2017, inflasi mencapai 2,67 persen (ytd),” pungkasnya.(wol/eko/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bos IMF: Permasalahan Dunia Semakin Kompleks

  JAKARTA – Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, menekankan pentingnya negara-negara bergerak bersama untuk menyelesaikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: