Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Facebook Minta Maaf di Hadapan Komisi I DPR RI
Koran Jakarta

Facebook Minta Maaf di Hadapan Komisi I DPR RI

JAKARTA, WOL – Dalam penjelasannya kepada Komisi I DPR, perwakilan Facebook menjelaskan mengenai kabar yang menyebutkan bocornya data pengguna akibat kerjasama yang dijalin Facebook dengan Camridge Analytica. Perjanjian ini terkait dengan adanya aplikasi bernama ‘thisisyourdigitallife’ yang dikembangkan Alexander Kogan yang dianggap telah mengambil data pengguna Facebook.

“Saya ingin menyampaikan secara spesifik bahwa tidak ada perjanjian atau agreement yang spesifik yang dibuat antara Facebook dan Alexander kogan karena beliau adalah salah satu pengembang atau developer aplikasi,” kata Vice President of Public Policy Facebook Asia Pasific, Simon Milner mengklarifikasi tidak adanya perjanjian spesifik antara pihak Facebook dengan Alexander Kogan maupun dengan Camridge Analytica.

Mewakili Facebook, Kepala Kebijakan Publik Facebook untuk Indonesia, Ruben Hattari awalnya menepis adanya kebocoran data dari sistem Facebook. Ia juga membantah adanya pihak ketiga yang menembus sisten Facebook atau berhasil lolos dari perangkat pengamanan data yang dimiliki Facebook.

“Namun, kejadian ini adalah bentuk pelanggaran kepercayaan dan kegagalan kami untuk melindungi data pengguna, kami mohon maaf atas kejadian tersebut,” ujar Ruben di ruang rapat Komisi I DPR RI.

Menurut Ruben, yang terjadi kemarin adalah adanya sebuah aplikasi bernama ‘thisisyourdigitallife’ yang dikembangkan oleh akademisi di Cambridge University, DR. Alexander Kogan. Aplikasi ini menggunakan fitur Facebook Login yang tersedia secara umum.

Facebook Login, menurut Ruben memungkinkan pengembang aplikasi pihak ketiga untuk meminta persetujuan dari pengguna aplikasi Facebook agar aplikasi mereka bisa mengakses kategori data tertentu yang dibagikan pengguna tersebut dengan teman Facebook mereka.

“Facebook, di mana kami dengan tegas melarang penggunaan dan pengiriman data yang dikumpulkan menggunakan cara ini untuk tujuan lain,” jelasnya.

Ruben menambahkan, setelah DR Kogan mendapatkan data pengguna Facebook, data tersebut kemudian diberikan ke Cambridge Analytica. Facebook, lanjutnya, tidak memberikan izin atau menyetujui pemindahan data tersebut dan dianggap telah melakukan pelanggaran kebijakan platforn Facebook. Facebook pun dengan cepat melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai masalah ini.

“Pada bulan Maret 2018, media menghubungi kami dan mempertanyakan apakah pihak-pihak terkait benar telah menghapus data yang mereka miliki sesuai dengan pengakuan mereka yang telah teridentifikasi secara hukum,” tuturnya.

“Tapi kami akan terus mendalami kemungkinan ini sembari memvantu penyelidikan yang dilakukan Komisioner Informasi Inggris (ICO),” pungkasnya. (wol/okz/data1)

Check Also

Saudi Terapkan Aturan Baru, Mengolok Pemerintah di Medsos Diganjar 5 Tahun Penjara

JEDDAH, Waspada.co.id – Arab Saudi meluncurkan aturan baru untuk mengurangi para pengganggu ketertiban umum di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: