Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Eni Saragih Beberkan Politikus Golkar Penerima Suap untuk Munaslub
Tersangka suap proyek PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih (Foto: Ist)

Eni Saragih Beberkan Politikus Golkar Penerima Suap untuk Munaslub

agregasi

 

JAKARTA – ‎Mantan anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih membeberkan pihak-pihak yang menerima uang suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1 untuk kegiatan Munaslub Golkar. Salah satu yang disebut terang menerima yakni, Wasekjen Bidan Maritim DPP Partai Golkar, M. Sarmuji.

‎”Dari panitia, dari DPP. Pak Sarmuji namanya. Ya saya serahkan langsung disitu. Setelah di acc langsung saya serahkan dan itu dibuktikan ada pengembalian‎ (uang ke KPK),” kata Eni saat bersaksi untuk terdakwa Johanes B. Kotjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Menurut Eni, Sarmuji saat itu menjabat sebagai Wakil Sekretaris Steering Committee atau panitia acara Munaslub Golkar. Sementara Eni, merupakan Bendahara Munaslub Golkar.

Eni Saragih

Selain Sarmuji, ada beberapa politikus Golkar yang menerima uang suap proyek PLTU Riau-1 untuk kegiatan Munaslub. Diantaranya, Wasekjen DPP Partai Golkar, Ratu Dian Hatifah, serta Ketua SC Munaslub Golkar, Ibnu Munzir.

“Ada Ratu Dian, ibu Wike, mungkin di pengajuan itu ada Ibnu Munzir, ada pengajuannya,” terangnya.

Eni mengaku saat itu banyak panitia yang meminta pengeluaran dana untuk kegiatan Munaslub Golkar. ‎Namun, Eni mengaku harus meminta persetujuan Sarmuji terlebih dahulu untuk mengeluarkan dana tersebut.

“Nah, itu yang mengajukan (permintaan dana) ada namanya Ratu Dian, ada Ibu Wike, untuk pengeluaran catering dan sebagainya, terus tapi semua mau saya keluarkan atas persetujuan acc dari Wakil Sekretaris SC (Steering Committee),” imbuhnya.

Eni mengakui, uang suap proyek PLTU Riau-1 yang dialirkan untuk Munas‎lub Golkar sebesar Rp2 miliar. Namun, uang tersebut tidak diberikan secara utuh, melainkan bertahap tergantung keperluan panitia.

‎”Tidak langsung semuanya Rp2 miliar saya serahkan.‎ Ada Rp250 juta, Rp100 juta, Rp50 juta banyak keperluan,” ungkapnya.

Belakangan, KPK telah menerima pengembalian uang hasil dugaan suap kesepakatan kontrak ‎kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1 dari tersangka Eni Maulani Saragih sebesar Rp2,25 miliar. Uang tersebut dikembalikan Eni kepada KPK dalam tiga kali tahapan.

Awalnya, Eni mengembalikan kepada KPK sebesar Rp1 miliar dalam dua kali tahapan. Kemudian, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI asal Golkar tersebut kembali menyetorkan bukti penyerahan uang ke KPK sejumlah Rp1,25 miliar pada hari ini.

Tak hanya Eni, KPK juga telah menerima pengembalian uang hasil dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1 dari salah satu elit Partai Golkar yang diketahui adalah Sarmuji. Uang yang diserahkan Sarmuji tersebut senilai Rp712 miliar.

Eni merupakan tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Eni diduga bersama-sama Idrus Marham menerima hadiah atau janji dari Kotjo yang sedang disidang hari ini.

Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

Check Also

Eni Saragih Akui Minta Sofyan Basir “Perhatikan” Jatah Idrus Marham di PLTU Riau-1

JAKARTA – Mantan anggota Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih mengakui pernah meminta Direktur Utama ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: