Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Eni Saragih Akui Adanya Pertemuan Antara Sofyan Basir dan Johannes Kotjo
foto: okezone

Eni Saragih Akui Adanya Pertemuan Antara Sofyan Basir dan Johannes Kotjo

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih rampung diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1. Eni mengaku diperiksa terkait pertemuan dengan Sofyan Basir dan pengusaha Johannes B. Kotjo.

“Hari ini saya diperiksa sebagai tersangka, materi pemeriksaan itu pendalaman dari pertemuan-pertemuan antara saya dengan Pak Sofyan Basir dan Pak Johannes Kotjo,” kata Eni di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018).

Eni pun menegaskan bahwa pertemuan antara dirinya dengan Sofyan Basir dan Johannes Kotjo memang ada. Sayangnya, Eni tidak menjelaskan secara gamblang apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut. “Pertemuan itu memang ada,” tegasnya.

Saat ini, Eni sedang mempertimbangkan untuk menjadi pihak yang bekerjasama dengan KPK atau Justice Collaborator (JC). Berdasarkan aturan, Eni harus membongkar keterlibatan aktor yang lebih besar jika ingin mendapatkan JC.

“JC sedang di.. ya dipertimbangkan,” singkatnya.‎

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkap percakapan antara Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham. Dalam percakapan tersebut, dijelaskan adanya pembagian jatah proyek PLTU Riau-1 untuk Eni dan Sofyan Basir.

‎”Dia (Eni) menyampaikan kepada si IM (Idrus Marham) kemarin saya abis ketemu dengan SB (Sofyan Basir) nanti pembagiannya sama-sama, itu kata dia (Eni),” ungkap Alex.

Saat ini, KPK sendiri baru mengantongi satu alat bukti tersebut. Sehingga, kata Alex, untuk menaikkan status Sofyan Basir sebagai tersangka masih cukup jauh. Sebab, pernyataan Eni Saragih ke Idrus Marham bisa saja diba‎ntah oleh Sofyan Basir.

“Itu hanya dari Eni ke Idrus Marham. Kan gampang sekali kalau dikonfirmasi SB, saya ga pernah ngomong begitu, artinya masih sangat minim, dari Kotjo ga ada, masih jauhlah,” kata Alex.

Sejauh ini, KPK sendiri baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Ketiganya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo, serta mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

Eni sendiri diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga diduga telah dijanjikan mendapat jatah yang sama jika meloloskan perusahaan Kotjo.

Check Also

KPK Pertajam Bukti Aliran Suap PLTU Riau ke Partai Golkar Lewat Melchias Mekeng

  JAKARTA ‎- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertajam bukti-bukti adanya dugaan suap kesepakatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: