Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Enam Industri Korsel Janji Parkir Duit US$446 Juta di RI
Enam Industri Korsel Janji Parkir Duit US$446 Juta di RI Kementerian Perindustrian menyebut enam pelaku industri Korsel berkomitmen untuk memarkirkan modalnya dengan total investasi US$446 juta. (REUTERS/Kim Hong-Ji).

Enam Industri Korsel Janji Parkir Duit US$446 Juta di RI

SEOUL, Waspada.co.id – Kementerian Perindustrian menyebut enam pelaku industri di Korea Selatan menyatakan minatnya untuk memarkirkan modalnya di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, investasi enam pelaku industri tersebut diperkirakan mencapai US$446 juta.

Dengan rincian, LS Cable & System yang akan bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi untuk pengembangan industri kabel listrik di Karawang, Jawa Barat, senilai US$50 juta.

Kemudian, Parkland dan Taekwang Industrial yang akan membangun industri alas kaki di Pati, Jawa Tengah, dan Subang, Jawa Barat, dengan investasi masing-masing US$75 juta dan US$100 juta.

Lalu, Sae-A Trading akan membangun industri tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah, dengan nilai investasi US$36 juta. World Power Tech dengan mitra lokal PT NW Industries yang akan mengembangkan manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, dengan nilai investasi US$85 juta.

Tak ketinggalan Intervest dengan menggandeng Kejora Ventures yang akan memarkirkan modalnya hingga US$100 juta untuk jasa pembiayaan startup (modal ventura) di Jakarta.

“Komitmen investasi ini hasil dari Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018. Ini juga mencerminkan antusiame besar pengusaha Korea untuk lebih mendorong kolaborasi bisnis dengan Indonesia, baik perluasan usaha maupun investasi baru,” tutur Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Rabu (12/9).

Ia berharap, kerja sama yang terjalin dapat mendorong industri manufaktur nasional untuk lebih meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, sekaligus menambah penyerapan tenaga kerja lokal. Ia meyakini hal itu dapat memacu pertumbuhan ekonomi, terutama melalui program hilirisasi.

Sinergi yang terbangun itu juga diharapkan akan mendukung implementasi Making Indonesia 4.0 dengan membangun ekosistem inovasi dan transfer teknologi yang berkelanjutan.

“Kami optimis hubungan kedua negara sangat menjanjikan pada tahun-tahun mendatang dan itu akan menjadi dasar yang kuat untuk hubungan lebih lanjut antar kedua negara,” imbuh Airlangga. (cnn/data2)

Check Also

Investor Korea akan Bangun Dua Pabrik Mamin Berbahan Jagung

JAKARTA, WOL – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, pihaknya bertemu dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: