Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Elite Golkar Kembalikan Uang Suap PLTU Riau, KPK: Mereka Mengakui Menerima
foto: okz

Elite Golkar Kembalikan Uang Suap PLTU Riau, KPK: Mereka Mengakui Menerima

agregasi

 

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima pengembalian uang sekira Rp700 juta dari pengurus Partai Golkar, beberapa waktu lalu.‎ Uang tersebut diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1 yang menyeret Eni Maulani Saragih.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengakui pihaknya telah menerima adanya pengembalian uang tersebut. Dia tidak menyebut siapa elite Golkar yang mengembalikkan uang tersebut. Alex hanya menyatakan, jika terdapat pengurus Partai Golkar yang mengembalikan uang, maka mereka memang mengakui telah menerima.

“Kalau dia mengembalikan setidak-tidaknya kan mereka mengakui memang benar-benar menerima. kalau nggak pernah menerima kan enggak mengembalikan kan,” kata Alex usai mengikuti acara pelepasan bus anti korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2018).

Alex sendiri telah mengantongi informasi bahwa ada uang suap PLTU Riau yang mengalir dari Eni Maulani Saragih untuk acara Munaslub Partai Golkar. Oleh karenanya, Alex menyebut bahwa uang itu ‎patut diduga dari hasil suap PLTU Riau-1.

“Sementara kan dari pengakuan tersangka sendiri kan mengakui bahwa sebagian itu digunakan yang digunakan untuk munas dan itu oleh Golkar itu yang kemudian dikembalikan gitu kan,” terangnya.

Alex tidak menampik bahwa uang yang dikembalikan elit Golkar tersebut bisa ‎saja menjadi alat bukti untuk menjerat Partai Golkar. Namun demikian, Alex menyerahkan kepada penyidik untuk mendalami dugaan tersebut.

“Ya nanti kita lihat sejauh mana kepentingan dari penyidikan itu apakah itu melibatkan apa panitia Munas dan lain sebagainya tentu nanti akan lebih didalami,” ungkapnya.

Belakangan, Partai Golkar disebut-sebut kecipratan jatah suap proyek PLTU Riau-1 setelah adanya aliran dana untuk Munaslub tahun 2017. Tersangka Eni Saragih membenarkan adanya aliran uang suap PLTU Riau-1 untuk Munaslub Golkar.

Eni mengaku ada sebagian uang suap yang diterimanya sebesar Rp2 miliar mengalir untuk Munaslub. Saat Munaslub, Eni sendiri menjabat sebagai bendahara. Tak hanya itu, Eni juga membeberkan adanya perintah dari petinggi Partai Golkar untuk mengawal proyek mulut tambang itu.

Eni Maulani Saragih sendiri diduga telah menerima uang suap untuk melolos‎kan proyek PLTU Riau-1 ke Blackgold Natural Resources Limited. Uang tersebut diterima Eni dalam kurun waktu November – Desember 2017 dari bos PT Blackgold Natural Resources Limited Johanes B Kotjo.

Dalam kurun waktu No‎vember – Desember 2017, kepemimpinan Golkar masih dibawah kendali Setya Novanto (Setnov). Peralihan kepemimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin itu terjadi saat Setnov ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK.

Setnov digantikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada pertengahan Desember 2017. Sebelum peralihan, Idrus Marham yang saat itu menjadi Sekretaris Jenderal Golkar ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Golkar.

Check Also

7 Area Rawan Korupsi yang Harus Dihindari Kepala Daerah

JAKARTA – Sekretaris Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik Piliang mengatakan ada tujuh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: