_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi 2018 Positif, Sri Mulyani: Langkah Bagus Jalankan APBN 2019
Foto: Okezone News

Ekonomi 2018 Positif, Sri Mulyani: Langkah Bagus Jalankan APBN 2019

agregasi

 

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani siap menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Keyakinan ini karena rapor positif sepanjang 2018.

“Untuk 2018 kita mencatat hingga akhir November pendapatan negara tumbuh 18.2% ini pertubuhan yang sangat tinggi dibandingkan 2017 6.5%,” ujar Sri Mulyani, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/10/2018).

Dia mengungkapkan, untuk capaian realisasi perpajakan menyumbangkan pertumbuhan penerimaan negara sebesar 15,3% sampai akhir November. Bila dibandingkan tahun capaian ini naik 3,2%. Kemudian, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), di mana harga minyak dan Sumber Daya Alam (SDA) serta kurs bergejolak, mampu menyumbangkan pertumbuhan pendapatan negara hingga 28% dibandingkan tahun lalu 22%.

Dia melanjutkan, tahun ini sampai November belanja negara tumbuh sebesar 11%, di mana kementerian lembaga (K/L) telah membelanjakan sebesar 11.9%. Capaian tersebut tentu sangat baik dibandingkan tahun lalu di mana K/L hanya mampu membelanjakan 8,6%, Rp665.900 triliun.

“Masih memiliki satu bulan terkahir di mana kami melihat akselerasi seluruh kementerian dan pemerintah daerah dalam melaksanakan belanja tahun ini,” ujarnya.

Untuk defisit realisasinya sebesar 1,95% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dibandingkan tahun lalu deficit 2018 lebih rendah, di mana November 2017 sebesar 2,59% dari PDB.

“Posisi defisit 1,95% dari PDB merupakan terendah sejak anggaran 2014, yang lebih menggembirakan posisi primary balance yang pada akhir November mencatat hanya Rp36 triliun ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu posisi defisit primary balance RP139 triliun. Berarti dalam setahun kita telah menurunkan defisit primary balance lebih dari Rp100 triliun,” pungkasnya.

Menurut Sri Mulyani, capaian positif di 2018 menjadi pegangan dalam melangkah di 2019. “Posisi APBN 2018 yang baik merupakan bekal yang cukup positif bagi kita untuk memasuki APBN 2019,” tuturnya.

Sementara itu, Pada 2019 nanti asumsi APBN pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%, nilai tukar Rp15.000 dan harga minyak USD70 per barel. Hal ini sesuai pembahasan dengan DPR, di mana asumsi makro dihadapkan pada situasi yang sangat dinamis. harga minyak USD48 per barrel pada 2018 asumsi sekarang mencapai USD70 dan bahkan mengalami dinamika menurun dan harus terus melihat dinamika ini.

Sri Mulyani menambahkan, pada 2019 fokusnya adalah satu peningkatan kapasitas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kedua penguatan infrastruktur ketiga peningkatan efektivitas dari perlindungan sosial dan keempat pelaksanaan agenda demokrasi kemudian penguatan birokrasi yang efisien dan efektif serta untuk penanggulangan dan mitigasi bencana

“Hal yang sangat menonjol di 2019, satu untuk dana anggaran bansos dalam rangka untuk makin menurunkan tingkat kemiskinan di indonesia yang sudah mencapai terendah dalam sejarah indonesia namun masih di atas 9%, maka alokasi dana PKH 2019 dinaikkan dua kali lipat hal ini adalah sebetulnya untuk mengembalikan pengeluaran untuk kelompok miskin semenjak awal digulirkan PKH sebesar 17%,” tuturnya.

Check Also

Jokowi Benahi Lingkungan Danau Toba Secara Total

HUMBAHAS, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo akan mencabut izin perusahaan yang masih mencemari ekosistem di kawasan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.