Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Ekonom Sumut: Pasar Keuangan Kurang Baik Faktor Pelemahan Rupiah
WOL Ilustrasi

Ekonom Sumut: Pasar Keuangan Kurang Baik Faktor Pelemahan Rupiah

MEDAN, Waspada.co.id – Tekanan pasar menyikapi ekonomi global hari ini masih menunjukkan pelemahan. Hal ini masih dirasakan di pasar keuangan baik dalam perbankan, pasar uang dan pasar modal. Ketidakpastian ekonomi global akhir-akhir ini ditambah krisis di Turki membuat sejumlah pelaku pasar dan pemerintah harus ekstra hati-hati dalam menyikapinya.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, memandang pelemahan IHSG pada hari ini masih disebabkan oleh sejumlah sentimen yang dominannya berasal dari sentimen luar negeri baik krisis Turki maupun perang dagang China.

“Setelah kekhawatiran perang dagang China dan AS mulai mereda, kini isu ini kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah China akan mengirimkan delegasinya ke AS untuk mengurusi sejumlah masalah terkait minya. Tak hanya ekonomi di Turki yang mengalami sejumlah masalah, ekonomi di China juga mengalami beberapa perlambatan dan penurunan target,” tuturnya, Kamis (16/8) sore.

IHSG pagi ini dibuka melemah dan sepanjang hari ini masih berada di teritori negatif. Kenaikan suku bunga acuan BI 7 DRR sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% kemarin, tidak dapat menopang pelemahan IHSG dan Rupiah pada hari ini. IHSG ditutup melemah 32 poin atau turun 0.56% di level 5.783.

“Saham Sektor consumer menjadi penopang IHSG pada hari ini dengan kenaikan sebesar 0,71%.Saat ini, saha-saham yang diperdagangkan di bursa Efek Indonesia tergolong discount menyambut Kemerdekaa RI,” jelasnya.

Tidak hanya IHSG yang mengalami pelemahan pada perdaganagn hari ini, mayoritas saham di bursa global baik Wallstreet maupun Asia juga mengalami pelemahan dimana dow Jones melemah 0,54%, nasdaq melemah 1,2%, NYSE melemah 0,87%, Indeks Hangseng melemah 0,87%, Kospi melemah 1%, Shanghai melemah 0,66%.

Ia menambahkan, Disisi lain, mata uang Rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini makin terpuruk di level Rp. 14.700an. Pelemahan Rupiah ini menjadi fokus utama pemerintah pasalnya Rupiah semakin terpuruk dan tak mampu menguat ditengah pelemahan dolar AS hari ini.

“Paket kebijakan pemerintah guna menopang pelemahan Rupiah juga telah dikeluarkan, saat ini Rupiah menguji level psikologisnya apakah mampu menguat atau justru semakin terpuruk,” tambahnya.

“Agenda International Asian Games yang diadakan di Indonesia pada tanggal 18 Agustus 2018 (Jakarta-Palembang) harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat serta menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan mancanegara,” pungkasnya.(wol/eko/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Mungkinkah Krisis Turki dan Argentina Menular ke Asia?

Krisis ekonomi di Turki dan Argentina menimbulkan pembicaraan tentang “penularan” – yaitu bahaya masalah keuangan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: