_
Home / Warta / Teknologi / Edukasi Anti Kekerasan Seksual Mitra dan Pengguna GOJEK Jangkau 30 Kota di Indonesia
foto: istimewa

Edukasi Anti Kekerasan Seksual Mitra dan Pengguna GOJEK Jangkau 30 Kota di Indonesia

MEDAN, Waspada.co.id – Senior Manager Corporate Affairs GOJEK, Alvita Chen, mengatakan rasa aman adalah kebutuhan mendasar bagi mitra dan pengguna. Pengembangan fitur dapat menopang rasa aman pengguna ketika sedang dalam perjalanan, namun edukasi mitra tidak boleh dilupakan.

Sebagai penyedia layanan on-demand terbesar di Indonesia, GOJEK berkomitmen untuk menghadirkan ruang yang aman bagi seluruh pengguna. Bagi GOJEK, mengusahakan keamanan pengguna bukan hanya melulu mengenai pengembangan fitur. Ruang yang aman itu hanya bisa diwujudkan dan dipertahankan melalui edukasi yang bersifat preventif.

“Edukasi ini membekali mitra dengan pengetahuan yang tepat sehingga tahu bagaimana caranya mencegah hal-hal yang dapat menyebabkan gangguan keamanan. Sehingga terbentuk budaya peduli aman di lingkungan mereka masing-masing,” jelasnya dalam bincang-bincang bersama wartawan, di sela berlangsungnya pelatihan edukasi anti kekerasan seksual, Rabu (3/7).

“Kegiatan edukasi tatap muka seperti ini, telah menjangkau lebih dari 4.000 mitra di lebih dari 30 kota di Indonesia. Selain Mitra GO-RIDE dan GO-CAR, edukasi serupa diberikan pula kepada para Mitra GO-MASSAGE – layanan on-demand pijat profesional yang merupakan bagian dari GO-LIFE,” jelas Alvita.

foto: istimewa

“Dalam waktu dekat, modul pelatihan hasil kerjasama kami dengan pakar-pakar terkait juga akan segera diluncurkan sehingga semakin banyak masyarakat yang mengambil bagian dalam menciptakan budaya peduli aman,” katanya.

Selain memberikan edukasi yang bersifat preventif, GOJEK juga menurunkan risiko keamanan melalui pengembangan fitur keamanan yakni Bagikan Perjalanan (Share Trip) dan Tombol Darurat (Emergency Hotline).

GOJEK juga menyediakan unit darurat khusus yang aktif 24 jam sehingga sigap merespon laporan atas kasus-kasus khusus. Unit darurat khusus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menawarkan bantuan yang menyeluruh mulai dari penelusuran laporan, tindakan medis, pemeriksaan fisik, pemulihan psikis dan trauma, dan pendampingan hukum.

“Gangguan keamanan, apapun itu bentuknya pasti diberikan perhatian yang menyeluruh. Khusus untuk kasus kekerasan seksual kami berikan perhatian khusus karena kami tahu bahwa pengguna perempuan dan anak-anak banyak mengandalkan layanan super-app kami setiap hari,” tambahnya.

“Di sisi lain, jumlah mitra perempuan yang dimiliki GOJEK juga tidak sedikit. Dengan penekanan pada upaya preventif, kami harap agar setiap pengguna dapat tenang menggunakan layanan kami kapan saja dan di mana saja,” demikian kata Alvita.

Co-Director Hollaback! Jakarta, Anindya Restuviani, turut mengapresiasi langkah yang telah dilakukan GOJEK. Sebagai perusahaan penyedia layanan on-demand yang bermitra dengan jutaan masyarakat, kerjasama ini tentu membawa angin segar bagi gerakan melawan kekerasan di ruang publik.

“Dengan pelatihan ini, keamanan layanan GOJEK semakin diperkuat karena mitra GOJEK yang sudah mendapatkan pelatihan didorong untuk membagikan pengetahuan yang mereka terima kepada rekan-rekannya dan pengguna. Selain itu, peserta pelatihan juga mampu mengambil tindakan intervensi untuk kekerasan seksual di ruang publik,” ungkapnya.

GOJEK yang sengaja menhadirkan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Medan, Sherly Anita Gafar, menyampaikan pentingnya edukasi mengenai anti pelecehan seksual untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hal ini. “Kami mengapresiasi sekali kegiatan GOJEK ini, karena melalui training ini, mitra mengetahui bagaimana dapat menolong korban, antara lain dengan menginformasikan kepada kami,” katanya.

Sementara, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak PPA Polda Sumut, Kompol Haryani yang turut memberikan paparannya menyampaikan, pihak kepolisian menggucapkan terima kasihnya kepada GOJEK, karena dengan adanya kegiatan seperti ini para mitra jadi paham dan lebih berani dalam melaporkan bila mereka mengetahui ada kejadian terkait pelecehan seksual.

Pada sesi training kepada mitra, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu, Nurlela, memberikan arahan di sesi penutup. “Penghapusan kekerasan seksual ini menyadarkan kita tentang keseriusan masalah kekerasan seksual yang membutuhkan perhatian dan partisipasi aktif dari semua pihak,” tegasnya. (wol/ags/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

KKI Survei Penggunaan Transportasi Ojol

JAKARTA, Waspada.co.id – Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menilai Ojek Online (Ojol) Merah Putih lebih aman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.