Breaking News
_
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / DPR: Impor Benih Pertanian Blunder

DPR: Impor Benih Pertanian Blunder

JAKARTA, WOL -Anggota Komisi IV DPR yang bermitra dengan Kementerian Pertanian, Andi Akmal Pasluddin mengingatkan pemerintah, bahwa benih-benih yang di impor dengan tujuan mempercepat perwujudan swasembada pangan akan menjadi blunder bagi bangsa yakni akan dikuasainya satu rantai rangkaian kedaulatan pangan oleh asing.

Pidato menteri pertanian hari ini, Senin (27/4) di Pulau Buru, Maluku, tentang ancaman kedaulatan negara jika ketahanan pangan lemah mendapat apresiasi besar oleh Andi Akmal selaku mitra kerja, namun ada satu hal yang luput menurut Andi Akmal, bahwa benih impor dapat juga merupakan rangkaian ancaman terhadap kedaulatan pangan itu sendiri.

Lebih Lanjut Politisi PKS dari Sulawesi Selatan ini  mengatakan, rangkaian rencana menuju swasembada sudah sangat matang, dengan penambahan anggaran pertanian di APBN-P 2015 sebesar Rp15,8 triliun sehingga Kementerian Pertanian mendapat porsi anggaran sebesar Rp32,7 triliun akan menjadi sangat leluasa bagi kementerian ini untuk bekerja sesuai yang di targetkan Presiden Jokowi.

Namun yang disayangkan oleh Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan ini, pada pengadaan benih untuk areal lahan 1 juta Ha dengan nilai Rp750 miliar, ada keterlibatan PT Monsanto Indonesia sebagai penyedia benih dan PT Cargil Indonesia sebagai penyerap hasil produksi.

“Kami ingin penjelasan kepada pihak kementerian, mengapa ada pihak asing pada penyedia benih dan penyerapan produksi pada proses menuju swasembada pangan”, pinta Andi Akmal.

Keterlibatan asing yang dimaksud Andi Akmal adalah adanya kerjasama Kementerian Pertanian untuk peningkatan produksi pertanian dalam skema Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture (PISAgro), dimana pengadaan benih pertanian mengandalkan produsen benih asing.  Keterlibatan produsen asing ini mengakibatkan prasangka-prasangka, yang pertama Negara ini masih merasa lemah dan tidak percaya diri terhadap penyediaan benih sendiri, dan yang kedua bisa diduga bahwa keterlibatan asing akan mengganggu dan mengancam target kedaulatan pangan.

“Kami berharap, Kementerian Pertanian dapat sepenuhnya mengandalkan kemampuan potensi dalam negeri untuk mewujudkan swasembada pangan sehingga target kedaulatan pangan tercapai tanpa menyakiti infrastruktur sosial dalam negeri”, pungkas Andi Akmal Pasluddin. (wol/data2)

Check Also

Ini 4 Alasan DPR Dukung Sepeda Motor Masuk Tol

  JAKARTA – Wacana pengendara roda dua dibuatkan jalur khusus sepeda motor di jalan tol ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.