Home / Warta / Mancanegara / Dituduh Lebih Kejam Dari Rusia, China Peringati AS Soal Taiwan
juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying (geo.tv)

Dituduh Lebih Kejam Dari Rusia, China Peringati AS Soal Taiwan

BEIJING, Waspada.co.id – Pemerintah China membalas tuduhan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence sebagai satu tuduhan yang kontroversial dan dinilai tidak berdasar. Diantara sejumlah tuduhan tersebut adalah mengenai Taiwan, Laut China Selatan, Hak Asasi Manusia (HAM), negara penyerang secara militer, pencuri teknologi AS yang agresif, dan mengganggu pemilihan AS,

Dalam sebuah pidato baru-baru ini, Pence mengatakan bahwa China telah mencampuri urusan internal serta pemilihan umum AS. Ia juga membuat tuduhan terhadap kebijakan domestik dan luar negeri China.

baca: Wapres Pence “AS Tak Akan Menyerah Lawan China”

“Hanya ada satu China di dunia dan Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah negara kami,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, Jumat (5/10).

Chunying juga mengingatkan bahwa AS tak memiliki hak sedikitpun untuk memilih negara-negara yang relevan, yang memilih untuk mengembangkan hubungan dengan Cina, dengan dasar prinsip Kebijakan Satu China. Kebijakan Satu China memuat ketentuan bahwa Taiwan dianggap sebagai bagian dari Republik China. Dengan demikian, secara otomatis, setiap negara yang membuka hubungan diplomatik dengan China tidak diperkenankan menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan.

“Kami mendesak AS untuk sungguh-sungguh mematuhi prinsip satu China dan ketentuan dari tiga komunike gabungan Sino-AS, serta berhati-hati dalam terkait masalah Taiwan” kata Chunying menambahkan.

Sebelumnya penyataan terbuka juga dikemukakan dari pihak China melalui Menlu Wang Yi minggu lalu. Wang Yi berjanji bahwa negara kuat China ini tidak berambisi mengambil alih status AS sebagai kekuatan global dan China ingin mengembangkan sistem multilateral yang stabil.

Tanpa menyebut secara jelas, Wang Yi mengemukakan kekhawatiran teori cendekia Universitas Harvard Graham Allison bernama “Thucydides Trap,” yang menyebut pelajaran dari Athena dan Sparta dalam memperkirakan persaingan AS dengan China.

Beijing juga kemungkinan diuntungkan oleh kekisiruhan kebijakan politik AS, ketika sekutu utama AS di Asia yaitu Jepang dan Korea Selatan kini dilanda ketegangan di sisi perdagangan dengan Trump.

Pidato Pence yang diadakan di satu lembaga penelitian konservatif, sebulan sebelum pemilihan umum anggota Kongres ini sebagian memang ditujukan untuk keperluan politik domestik.

Pence menuduh China melakukan tindakan yang lebih jahat dari Rusia, meski Trump kini sedang dibayangi oleh penyelidikan terkait kemungkinan tim kampanyenya berkolusi dengan Moskow.

Sebagai bukti keterlibatan China dalam pemilu AS, dalam pidatonya Mike Pence mengutip iklan di satu koran AS dan penerapan tarif balasan yang ditujukan pada sejumlah negara bagian yang penting secara politik. Meski sebenarnya kedua langkah itu merupakan praktek yang biasa dilakukan.

“China berpotensi menjadi penantang utama dalam kondisi ekonomi, politik dan strategi AS, tetapi memburukkan mereka dengan informasi setengah benar dan penuh distorsi hanya akan merumitkan upaya menemukan keseimbangan baru kepentingan dan bentuk baru hubungan dengan Beijing,” kata Robert Manning, cendekia dari Atlantic Council. (cnn/republika)

Check Also

China dan Rusia Dukung Pengurangan Sanksi Terhadap Korut

PYONGYANG, Waspada.co.id – China dan Rusia mendukung pengurangan sanksi PBB terhadap Korea Utara. Dalam pembicaraan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: