_
Home / Warta / Mancanegara / Digertak China Kirim Pasukan ke Hong Kong, Demonstran Malah Tutup Bandara 
(AP Photo/Kin Cheung)

Digertak China Kirim Pasukan ke Hong Kong, Demonstran Malah Tutup Bandara 

HONG KONG, Waspada.co.id – China mengisyaratkan tidak segan mengerahkan pasukan ke Hong Kong dengan alasan meredam kerusuhan dalam demonstrasi. Mereka menyatakan bisa melakukannya meski pemerintah setempat tidak meminta bantuan.

Editorial surat kabar Partai Komunis China, China’s Daily, menuturkan tentara Negeri Tirai Bambu “tidak memiliki alasan untuk berdiam diri” jika situasi di Hong Kong terus memburuk.

“Bukan berarti (militer China) tidak akan melakukan apa-apa jika situasi menuntut (China) melakukan sesuatu, karena otoritas wilayah administratif khusus Hong Kong (SAR) tidak meminta bantuan,” bunyi editorial koran itu pada Jumat (30/8).

“Garnisun militer China di Hong Kong bukan hanya simbol kedaulatan China terhadap kota (Hong Kong) tersebut.”

China mengecam aksi kekerasan pedemo selama unjuk rasa berlangsung. Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) sebelumnya telah mengancam akan mengerahkan personelnya ke Hong Kong jika demonstrasi terus memburuk.

Kemarin, China juga merotasi tentara yang mereka kerahkan di Hong Kong. Meski rotasi tersebut rutin dilakukan Beijing, pergantian pasukan ini berlangsung ketika demonstrasi masih terus berlangsung.

Namun, Aksi protes tetap berlangsung. Sebanyak 16 penerbangan di bandara internasional Hong Kong dibatalkan, Minggu (1/9). Pembatalan ini dilakukan akibat aksi demonstrasi yang dilakukan aktivis pro demokrasi. Mereka memblokir akses jalan menuju bandara Hong Kong.

Protes dilakukan sehari setelah polisi dan para demonstran terlibat kekerasan ketika mereka melakukan demonstrasi tanpa izin di tengah kota. Demonstrasi ini telah berlangsung selama 13 pekan dalam 3 bulan terakhir.

Belasan penerbangan dibatalkan, seperti dilaporkan situs bandara tersebut. Aula keberangkatan pun dipenuhi penumpang yang berusaha mencapai terminal keberangkatan.

Sebelumnya, operator kereta bandara Airport Express menangguhkan layanan kereta menuju bandara. Penangguhan dilakukan setelah massa mengepung stasiun tersebut.

Para pengunjuk rasa berpakaian hitam berusaha menyembunyikan diri dari CCTV dengan mengenakan payung. Mereka membangun barikade di terminal bus dan berusaha menghentikan lalu lintas di jalan utama menuju bandara.

Para pendemo sengaja menyasar bandara dalam aksi mereka kali ini. Sebab, mereka berusaha menarik perhatian dunia internasional atas aksi tersebut.

Para penumpang yang kesulitan transportasi terpaksa meninggalkan bandara dengan menyeret koper dan barang-barang mereka sepanjang jalan untuk keluar bandara.

Di salah satu terminal bandara, para pemrotes melepaskan tabung pemadam kebakaran, menumpuk troli bagasi dan membarikade jalanan. Mereka juga menghancurkan kamera pengintai sebelum polisi akhirnya mengusir.

Aksi demonstrasi di Hong Kong semakin keras. Aksi ini awalnya dipicu oleh ketidaksetujuan atas Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang tengah diusulkan. Aturan baru itu memungkinkan dilakukannya ekstradisi (penyerahan kriminal) ke daratan China. Namun, aksi demonstrasi ini dengan cepat berubah menjadi aksi anti-pemerintahan.

Berdasarkan konstitusi Hong Kong yang dikenal dengan the Basic Lawa, pemerintah wilayah itu bisa meminta bantuan garnisun China untuk menjaga ketertiban publik.

Dilansir Reuters, aturan itu menjamin bahwa militer China “tidak akan ikut campur dalam urusan domestik” Hong Kong meski telah diberi kewenangan untuk memulihkan ketertiban publik di wilayah itu.

Hong Kong disebut mengalami krisis politik terparah tahun ini, setelah jutaan orang turun ke jalan menggelar protes anti-pemerintah sejak awal Juni lalu.

Meski pemerintah dan parlemen telah membatalkan RUU itu, para pemrotes tetap berunjuk rasa menuntut Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mundur.

Tak hanya jalanan, demonstrasi yang kerap rusuh itu juga berlangsung di depan kantor parlemen, gedung Kantor Perhubungan dengan China, hingga sempat melumpuhkan Bandara Internasional Hong Kong selama dua hari. (cnn)

Check Also

Jurnalis Indonesia Tertembak saat Liput Demo di Hong Kong, Kepala Polisi Dituntut

HONG KONG, Waspada.co.id – Aliansi Jurnalis Hong Kong (HKJA) menuntut kepala kepolisian setempat terkait dugaan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.