Home / Warta / Mancanegara / Dicabut Kewarganegaraannya, Remaja Inggris Simpatisan ISIS Minta Pindah ke Belanda
reuters

Dicabut Kewarganegaraannya, Remaja Inggris Simpatisan ISIS Minta Pindah ke Belanda

LONDON, Waspada.co.id – Seorang remaja asal Inggris yang merupakan simpatisan ISIS menyatakan dirinya terkejut dengan keputusan negara kerajaan itu untuk mencabut kewarganegaraannya. Kini, ia mempertimbangkan untuk pindah ke Belanda yang adalah tempat asal suaminya.

Shamma Begum, bepergian ke Suriah pada 2015 dan kini ingin pulang ke Inggris setelah melahirkan di kamp pengungsi Suriah minggu lalu. Ia menyebut tindakan Inggris itu sebagai ‘tidak adil’.

“Saya sedikit terkejut,” kata Begum kepada ITV News terkait penolakan Inggris yang tertuang dalam sebuah surat yang ditujukan pada ibunya di London.

Menurut Begum, ia masih memiliki opsi mengajukan diri menjadi warga negara Belanda, di mana suaminya yang adalah seorang simpatisan ISIS juga, berasal dan masih memiliki keluarga di sana.

“Mungkin saya bisa meminta kewarganegaraan di Belanda. Jika dia (suami) dikirim ke penjara di Belanda, saya bisa menunggunya di sana,” katanya.

Juru bicara Kementerian Kehakiman dan Keamanan Belanda menyatakan kepada AFP bahwa pemerintah tidak akan mengomentari kasus individu ini. Namun para pakar menyebut Begum memiliki peluang diterima amat kecil karena ia harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ketat.

Begum menjadi pembicaraan dan kontroversi setelah dirinya dan dua orang temannya diketahui meninggalan rumah mereka di London timur untuk bergabung dengan ISIS di usia 15 tahun. Kasus ini mencuatkan beberapa dilema yang disadari dihadapi oleh banyak negara di Eropa, yaitu status kewarganegaraan dan pentingnya keamanan publik.

Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid mengungkapkan bahwa keputusan mencabut kewarganegaraan tersebut adalah sebuah tindakan keras yang jarang dilakukan.

“Tetapi ketika seseorang tak mengacuhkan nilai-nilai fundamental kami dan mendukung terorisme, mereka tak bisa otomatis berhak kembali ke Inggris,” katanya.

Namun Javid menyatakan perlakuan berbeda bisa didapatkan oleh anak Begum. “Anak-anak tidak seharusnya menderita, jadi saat orang tua mereka kehilangan kewarganegaraan Inggris mereka, hal itu tidak mempengaruhi hak-hak si anak,” lanjutnya.

Begum melahirkan anak ketiganya pada akhir pekan lalu. Ia meminta pihak berwenang Inggris untuk menunjukkan belas kasihan dengan mengizinkannya membesarkan anaknya di Inggris, namun juga menyatakan dirinya tak menyesal telah bergabung dengan ISIS. (cnn)

Check Also

Australia Mau Terima Anak Militan ISIS yang Yatim Piatu

CANBERRA, Waspada.co.id – Australia terbuka untuk menerima anak militan ISIS dari negaranya yang kini sudah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: