_
Home / Warta / Mancanegara / Di Forum PBB, JK Singgung Soal Benny Wenda “Asing Jangan Ikut Campur Kedaulatan Negara Kami”
Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan penghormatan kedaulatan negara saat berpidato dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (27/9). (Dok. Biro Setwapres)

Di Forum PBB, JK Singgung Soal Benny Wenda “Asing Jangan Ikut Campur Kedaulatan Negara Kami”

NEW YORK, Waspada.co.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan penghormatan kedaulatan negara saat berpidato dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Jumat (27/9).

“Penghormatan terhadap kedaulatan adalah komitmen yang paling mendasar dan prinsipil dalam hubungan antar bangsa. Komitmen ini harus dihormati. Saya ulangi, harus dihormati,” ujar JK.

JK menegaskan bahwa Indonesia akan selalu menghormati prinsip kedaulatan negara lain, sejalan dengan kebijakan politik luar negeri bangsa selama ini.

“Di saat yang sama, Indonesia juga mengharapkan negara lain menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Indonesia,” ucap JK.

JK tak menjabarkan lebih lanjut. Namun sebelumnya, JK pernah mengakui ada keterlibatan pihak asing dalam kerusuhan di sejumlah wilayah di Papua.

“Asing mungkin iya. Bukan negara. Bedakan asing dan negara,” ujar JK pada awal September lalu.

Ia kemudian menyebut sejumlah indikasi keterlibatan pihak asing, salah satunya empat warga Australia yang dideportasi lantaran mengikuti unjuk rasa orang asli Papua (OAP) untuk menuntut kemerdekaan Papua.

Imigrasi Sorong berdalih empat orang tersebut ditipu warga lokal yang mengatakan bahwa kerusuhan itu merupakan festival budaya.

Selain itu, lanjut JK, ada pula aktivis Papua Merdeka Benny Wenda yang diduga terlibat dalam sejumlah kerusuhan di Papua.

“Benny Wenda di Inggris itu memberi instruksi atau apa. Dia kan bukan warga Indonesia, tapi sudah warga Inggris. Orang asing juga berarti itu campur tangan [asing],” katanya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal, juga menyebut ada pihak asing yang diduga terlibat dalam upaya provokasi di kerusuhan Papua dan Papua Barat.

Namun, ia tak mengungkap siapa dan dari negara mana pihak asing yang terlibat itu.

Di tengah kericuhan ini, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB masih terus menunggu akses masuk menuju Papua yang dijanjikan Indonesia sejak Februari 2018 lalu. (cnn)

Check Also

Presiden Filipina Mengaku Idap Penyakit Saraf

MANILA,Waspada.co.id – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengaku bahwa dia mengidap penyakit saraf kronis. Hal tersebut disampaikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.