Home / Warta / Politik / Demokrat Minta Setop Kriminalisasi Calon di Pilkada Serentak 2018
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo (Foto: Okezone)

Demokrat Minta Setop Kriminalisasi Calon di Pilkada Serentak 2018

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo mengingatkan pemerintah agar bersikap netral di Pilkada 2018. Dia juga meminta tidak ada bentuk kriminalisasi terhadap calon kepala daerah yang berkompetisi.

Roy tidak menginginkan kasus seperti saat Pilkada DKI Jakarta 2017 terulang. Ia mencontohkan calon diusung Demokrat saat itu Sylviana Murni yang tiba-tiba ditimpa kasus korupsi.

Pasangan cawagub dari Agus Harimurti Yudhoyono sempat dipanggil polisi untuk diperiksa, tapi begitu selesai pilkada kasusnya seperti lenyap ditelan bumi.

“Teman-teman semua sudah mendengar dan itu terus diulangi lagi yang ditimpakan kepada Sylviana Murni dan juga suaminya. Sekarang kasusnya sudah menjadi tidak ada,” kata Roy dalam diskusi bertajuk Refleksi Tahun 2017 dalam Menghadapi Tahun Politik 2018 yang digelar Prima, Jakarta Selatan, Sabtu (6/1/2018).

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu mengatakan, pemanggilan Sylviana Murni secara maraton dalam kasus dana bansos Pramuka menjelang pemungutan suara Pilkada DKI sangat mengganggu sehingga gagal meraih suara banyak dari masyarakat Jakarta.

“Ditambah lagi kasus penyerangan terhadap rumah Ketua Umum (SBY) kami, yang jelas-jelas mobilnya ada, yang jelas-jelas ada barangnya di dalam mobilnya ada tuh, itu bis-nya ada 17 yang berangkat dari mana sudah jelas tapi ternyata tidak ditindaklanjuti,” katanya anggota DPR RI itu.

Kasus kriminalisasi yang serupa, menurut Roy, ternyata juga terjadi menjelang Pilkada serentak 2018. Ada oknum yang memaksa kandidat dari Demokrat yang dipaksa berpasangan dengab tokoh tertentu seperti yang dialami Gubernur Papua Lukas Enembe dan bakal calon gubernur Kalimantan Timur dari Demokrat, Syaharie Jaang.

Menurutnya Syaharie Jaang mendapat perlakuan kriminalisasi diduga lantaran menolak berpasangan dengan Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin yang bersiap maju di pilgub. Wali Kota Samarinda itu dipanggil polisi atas kasus dugaan pemerasan dan pencucian.

Tapi, Safaruddin membantah tudingan itu. “Saya kira tidak ada (kriminalisasi), karena ini kasusnya sudah lama,” kata Safaruddin di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 4 Januari lalu.

Roy berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil langkah tegas untuk menghentikan kriminalisasi terhadap kandidat Partai Demokrat maupun calon yang diusung partai-partai lainnya.

“Kami masih berbaik sangka, insya Allah Pak Jokowi tidak mengetahui hal ini, tapi kami juga sangat yakin Bapak Jokowi mampu mereduksi atau meyakini karena Polri masih dibawah beliau,” katanya.

“Kami berharap seperti yang sudah disampaikan oleh Bapak SBY langsung bahwa negara harus hadir, negara harus bersikap, negara harus ada,” pungkasnya.

Check Also

Sebut SBY Negarawan Asia, Asia Sentinel Minta Maaf

JAKARTA, Waspada.co.id – Kantor Berita Asia Sentinel telah mencabut berita berjudul ‘Indonesia’s SBY Goverment: Vast ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: