Home / Warta / Politik / Demokrat Akan Gunakan Hak Angket DPR Terkait Pelantikan Iriawan
Pelantikan Komjen Iriawan menjadi Pj Gubernur Jabar. (Foto: Antara)

Demokrat Akan Gunakan Hak Angket DPR Terkait Pelantikan Iriawan

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Fraksi Partai Demokrat di DPR berencana menggunakan hak angket dalam menyikapi langkah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjuk Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat.

“Ya betul, Demokrat akan mengambil langkah sesuai hak yang dimiliki oleh DPR yaitu mengajukan Hak Angket,” kata Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (19/6/2018).

Ferdinand menilai, pengangkatan Iriawan menjadi Penjabat Gubernur Jabar penuh misteri. Pasalnya, usulan ini sebelumnya pernah dibatalkan Menko Polhukam Wiranto. Karena itu, ia menganggap hal ini berpotensi melanggar Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.

“Sehingga sikap ngotot dan bahkan mengabaikan protes publik itu menimbulkan kecurigaan bagi Partai Demokrat bahwa ini semua ada motif kepentingan subjektif. Maka itu Demokrat ingin buka kebenaran yang ada,” jelas dia.

Sejumlah pihak mengkritik pemerintah ihwal dilantiknya Sestama Lemhanas Komisaris Jenderal M Iriawan menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat menggantikan posisi Ahmad Heryawan (Aher). Mendagri Tjahjo Kumolo beserta Iriawan pun memberikan klarifikasi.

Mendagri Tjahjo Kumolo Pimpin Pelantikan M Iriawan menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat

Tjahjo Kumolo menegaskan, pelantikan mantan Kapolda Metro Jaya itu menjadi Penjabat Gubernur Jabar sudah sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Ia dan tim hukum Kemendagri mengaku telah mengkaji UU terkait sebelum melantik Iriawan.

“Saya tak mungkin sebagai Mendagri melantik tanpa dasar hukum. Kalau melanggar saya dipecat Presiden. Dan saya juga tak mungkin mengusulkan nama kalau itu melanggar aturan,” kata Tjahjo.

Sementara itu, Komjen Pol M Iriawan menegaskan, dirinya tidak akan mengorbankan kariernya di Polri dengan menyalahgunakan kekuasaan yang baru saja ia emban. Sebab, itu sama saja mencoreng namanya sendiri sebagai putra daerah Jabar.

Mantan Asisten bidang Operasi (Asops) Kapolri itu menegaskan akan netral dalam Pilkada Jabar sebagaimana yang diamanatkan Mendagri Tjahjo Kumolo.

Check Also

Pemerintah Belum Putuskan Hari Pencoblosan Pilkada 2018 Libur Nasional

  JAKARTA – Hari pencoblosan Pilkada Serentak 2018 tinggal di depan mata, yakni pada 27 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: