Newsticker
WOL / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Daya Beli Masyarakat Sumut Anjlok
Ilustrasi : Shutterstock
Ilustrasi : Shutterstock

Daya Beli Masyarakat Sumut Anjlok

MEDAN, WOL – Penurunan daya beli masyarakat Sumut akhir-akhir ini mengalami penurunan, kembali memukul sektor property.

Berdasarkan kajian yang kita lakukan, sektor property di Sumut khususnya untuk rumah tinggal komersial mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan. Bahkan dalam kurun waktu 6 bulan terakhir banyak developer yang tidak mampu melakukan penjualan satu unit rumah pun.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan sektor property di Sumut mengalami stagnasi. Padahal dari sisi regulasi, saat ini semuanya sudah cukup longgar. Mulai kebijakan LTV yang diturunkan hingga suku bunga murah.

“Akan tetapi ternyata penjualan perumahan komersial tidak mengalami kenaikan. Sehingga kebijakan Bank Sentral Indonesia dinilai tidak memberikan efek untuk mendorong minat masyarakat dalam membeli rumah,” tuturnya kepada Waspada Online, Jumat (14/4).

Karena memang letak masalahnya itu ada di daya beli. Di Sumut daya beli erat korelasinya dengan harga komoditas. Saya menilai optimisme masyarakat untuk memiliki rumah menurun saat ini. Berbeda dengan saat dimana harga komoditas mengalami kenaikan di akhir tahun kemarin hingga awal tahun.

“Stagnasi pada harga komoditas saat ini dinilai akan membuat banyak masyarakat kembali mempertimbangkan untuk membeli rumah. Terlebih saat ini adalah bulan menjelang pertengahan tahun. Dimana ada banyak masyarakat yang membutuhkan likuiditas guna memenuhi kebutuhan kenaikan kelas, Ramadhan dan Idul Fitri,” katanya.

Bisa dipastikan permintaan rumah komersial tidak akan naik hingga semester I tahun ini. Penjualan perumahan komersial akan terus melambat jika daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya. Meskipun tidak semua tipe rumah mengalam penurunan yang tajam.

“Untuk tipe rumah 36 subsidi pemerintah (FLPP), justru masih mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan yang sangat bagus. Hal ini ditopang oleh banyaknya bantuan yang diberikan pemerintah untuk memiliki rumah subsidi tersebut. Termasuk keringanan bunganya yang hanya 5 persen per tahun,” jelas Gunawan.

Jadi wajar untuk rumah subsidi tetap mengalami pertumbuhan permintaan. Hanya saja rumah subsidi inikan tidak tersedia di kota Medan. Letaknya di luar kota Medan. Jadi memang masyarakat harus mencari alternatif yang pas untuk mencari rumah tersebut. Artinya mereka akan berbondong-bondong mencari rumah yang berdekatan dengan kota Medan.

“Dan saat ini pembangunan rumah bersubsidi banyak berkembang di wilayah Delierdang khususnya wilayah Sei Mencirim, Tanjung Anom dan Tanjung Selamat,” tambahnya.

“Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah munculnya tindakan spekulan terkait dengan pembelian rumah tipe kecil tersebut. Di tengah melemahnya daya beli, yang dikuatirkan masyarakat kelas menengah ke atas juga memburu rumah tersebut. Dan pastinya dengan banyak cara,” tutup Gunawan.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

foto: istimewa

PSBI : Safari Ramadhan Wadah Pererat Silaturahmi

WOL – Bulan Suci Ramadhan menjadi salah satu bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.