Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Danrem Ajak Warga Bogor Nobar Film G30S/PKI: Adegan Kekerasannya Sudah Diedit Puspen TNI
Danrem Suryakancana Kolonel Inf Mirza Agus (Putra/Okezone)
Danrem Suryakancana Kolonel Inf Mirza Agus (Putra/Okezone)

Danrem Ajak Warga Bogor Nobar Film G30S/PKI: Adegan Kekerasannya Sudah Diedit Puspen TNI

agregasi
agregasi

 

BOGOR – Komando Resor Militer (Korem) 061/Suryakancana menggelar nonton bareng film G30S/PKI di Aula Makorem Suryakancana, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Adegan kekerasan dalam film andalan Orde Baru itu sudah disensor sehingga aman ditonton semua umur.

Darem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Mirza Agus mengatakan nonton bareng bersama warga dan TNI ini sudah dilakukan sejak 20 September 2017. “Kami baru menerima file film ini dari Puspen TNI Rabu kemarin dan akan terus kami putar hingga 30 September mendatang,” katanya, Sabtu (23/9/2017).

Menurutnya, film yang berdurasi sekitar 57 menit ini merupakan ringkasan dari film aslinya di mana adegan-adegan kekerasan sudah tidak ada. Jadi aman untuk ditonton oleh semua kalangan.

“Adegan kekerasan sudah di edit oleh Puspen TNI. Jadi film ini murni sejarah dan aman ditonton untuk umum. Pelajar atau mahasiswa juga aman,” jelasnya.

Mirza menambahkan, dengan diputarnya film ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan terhadap sejarah kudeta yang dilakukan PKI agar kejadian kelam tersebut tidak terulang dikemudian hari.

“Kita harap tidak terulang karena salah paham diantara kita dan jangan mudah percaya dengan kabar hoaks yang memicu perpecahan,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada 5 Komando Distrik Militer (Kodim) dan 75 Komando Rayon Militer (Koramil) di wilayahnya agar memutar film G30S/PKI hingga 30 September 2017.

“Masyarakat yang mau nonton juga dipersilahkan. Bagi mahasiswa atau pelajar yang mau bisa ajukan ke kami nanti akan difasilitasi nobarnya,” tandasnya.

Nonton bareng film G30S/PKI kembali digelar di berbagai daerah atas instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Menurut Gatot, masyarakat perlu menonton film itu untuk pembelajaran sejarah, agar kisah kelam masa lalu tak terulang.

Namun, film G30S/PKI itu sendiri masih menuai pro-kontra di public. Sebagian menilai, ada kejadian atau kisah dalam film itu tak sesuai fakta alias rekayasa untuk kepentingan penguasa Orde Baru.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengusulkan film G30S/PKI dibuat dalam versi terbaru agar bisa dinikmati generasi milenial.

Check Also

WOL Photo/Ilham

Simulasi ‘Arak-arakan’ Bobby-Kahiyang Dikawal Ketat

MEDAN, WOL – Mendekati hari puncak ‘Ngunduh Mantu’ Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.