_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Curhat JK Sebut Gaji Wapres Tak Cukup Untuk Keluarga
Wapres Jusuf Kalla. (ist)

Curhat JK Sebut Gaji Wapres Tak Cukup Untuk Keluarga

JAKARTA, Waspada.co.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menceritakan pengalamannya yang banyak dibantu istri, Mufidah dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Pasalnya, kata JK, penghasilan sebagai wapres tak cukup menopang ekonomi keluarga.

“Saya ini kalau dihitung penghasilan sebagai wapres tidak bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan istri yang juga pengusaha. Jadi biaya keluarga lebih banyak didukung penghasilan istri saya sebagai pengusaha,” ujar JK saat menyampaikan sambutan rapat kerja nasional Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978, gaji wakil presiden adalah empat kali gaji pokok tertinggi pejabat di Indonesia selain presiden dan wakil presiden. Namun, gaji pokok tersebut belum termasuk sejumlah tunjangan yang diberikan negara kepada pejabat setiap bulannya.

Selain istri, JK mengatakan kesuksesannya sebagai pengusaha juga tak lepas dari dukungan ibunya, Athirah Kalla. JK menuturkan, tanpa dukungan dua perempuan itu dirinya tak akan berhasil menjadi pengusaha.

“Secara pribadi saya bisa berdiri di sini karena dua pengusaha wanita muslimah. Ibu saya dan istri saya itu,” ujar pria yang sudah dua kali merasakan jabatan wakil presiden tersebut.

JK mengatakan ibunya berperan penting saat keluarganya mengalami kesulitan ekonomi akibat krisis dunia. Saat itu ibunya memiliki usaha dengan berjualan barang-barang tertentu.

“Pada waktu ekonomi keluarga krisis, maka yang maju adalah ekonomi ibu saya. Dialah yang mendukung kami semua,” ucap JK.

Oleh karena itu, JK mendorong para pengusaha muslimah agar terus mengembangkan usahanya. Ia mengatakan kemajuan para pengusaha perempuan itu tak lepas dari perkembangan pendidikan dan teknologi.

“Kalau ibu-ibu zaman dulu butuh enam jam di rumah untuk mengurus rumah tangga, mencuci, memasak, belanja, urus suami sekarang karena teknologi, selesai. Tidak bisa masak juga bisa pesan. Maka waktu yang banyak itu supaya tidak habis hanya untuk bergosip maka lebih produktif menjadi pengusaha,” ucap JK.

Ia juga menyinggung soal minimnya jumlah pengusaha di Indonesia. Menurutnya, pengusaha saat ini masih didominasi nonmuslim hingga berdampak pada minimnya pembayaran zakat oleh pengusaha.

“Kelemahan kita sebagai umat muslim adalah kekurangan pengusaha. Kita tahu semua pengusaha itu lebih banyak dijalankan kawan-kawan kita nonmuslim. Jadinya kita kekurangan pengusaha bayar zakat, maka kita dorong usaha muslimah ini agar lebih maju,” tuturnya.

Sebelum menjabat Wapres periode 2014-2019, JK pun pernah menjabat Wapres periode 2004-2009. Selain itu, sebelumnya JK pun dikenal sebagai politikus Golkar dan pengusaha sukses asal Sulawesi Selatan. (cnnindonesia/ags/data2)

Check Also

Wacana Sandiaga Fungsikan e-KTP, Jusuf Kalla: Ide Awal Memang Seperti Itu

JAKARTA, Waspada.co.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla sepakat dengan pernyataan Calon Wakil Presiden nomor urut ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.