Home / Warta / Mancanegara / China Larang Gereja Protestan Terbesar di Beijing
Pendeta Gereja Zion, Jin Mingri, khawatir pihaknya tak punya cara lain untuk bernegosiasi dengan pemerintah China. (Reuters/Thomas Peter)

China Larang Gereja Protestan Terbesar di Beijing

BEIJING, Waspada.co.id – Pemerintah China melarang salah satu gereja Protestan terbesar di Beijing karena tidak memiliki izin resmi, kemudian menyita seluruh “materi promosi ilegal” mereka.

Biro Urusan Sipil Distrik Chaoyang, Beijing, menyatakan pada Minggu (9/) bahwa Gereja Zion melanggar aturan dengan mengadakan acara tanpa perizinan.

Gereja Zion sebenarnya sudah beroperasi selama bertahun-tahun dengan relatif bebas, menampung ratusan jemaat di sebuah aula yang direnovasi di Beijing Utara setiap akhir pekan.

Namun, sejak April lalu, gereja itu menghadapi tekanan besar hingga diancam diusir karena menolak permintaan dari pihak berwenang untuk memasang kamera pengawas (CCTV) di gedung itu.

“Saya khawatir tidak ada cara bagi kami untuk menyelesaikan masalah ini dengan pihak berwenang,” kata pendeta Gereja Zion, Jin Mingri, kepadaReuters.

Sementara itu, Biro Urusan Agama dan Urusan Sipil China tidak menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar.

Konstitusi China menjamin kebebasan beragama. Namun, sejak berada dipimpin Presiden Xi Jinping enam tahun lalu, pemerintah memperketat pembatasan terhadap agama yang dinilai sebagai tantangan bagi pihak penguasa, Partai Komunis.

Sejak saat itu, pemerintah China mengeluarkan serangkaian aturan baru untuk mengurus masalah agama dan mulai diberlakukan pada Februari lalu, meningkatkan hukuman bagi gereja-gereja tak resmi.

Juli lalu, lebih 30 dari ratusan gereja Protestan di Beijing mengeluarkan pernyataan bersama untuk mengeluhkan “gangguan tanpa henti” serta “serangan dan rintangan” terhadap kegiatan rutin mereka sejak peraturan baru mulai berlaku.

Umat Kristen China terbagi menjadi mereka yang menghadiri gereja “rumah”, gereja bawah tanah yang tidak resmi, dan tempat ibadah yang disetujui oleh pemerintah.

Para pengunjung gereja tidak resmi sebenarnya sudah mendapatkan pemberitahuan dari Biro Urusan Agama bahwa umat percaya harus menghormati peraturan dan menghadiri acara di tempat kegiatan agama yang terdaftar secara sah.

Tak hanya itu, para jemaat Zion juga diberikan pamflet daftar gereja resmi yang bisa mereka datangi.

Namun, bagi banyak jemaat dan pendeta seperti Jin, menganggap pengawasan dari otoritas tertinggi Partai Komunis sebagai pengkhianatan terhadap iman mereka sendiri.

“Di tanah ini, satu-satunya yang bisa kita percayai adalah Tuhan,” kata Jin. (cnn/data2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: